Terkumpul Rp10 Miliar, Mentan Sumbangkan Gaji 1 Tahun untuk Korban Gempa NTB

29
  • 1
    Share
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Sulselsatu.com)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengumpulkan bantuan kemanusiaan bagi pra korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ribuan warga Lombok, yang menjadi korban gempa saat ini memang sangat membutuhkan bantuan bahan makanan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan yang dihimpun Kementerian Pertanian (Kementan) senilai Rp10 miliar lebih di Kantor Pusat Pertanian, Kawasan Ragunan, Jakarta (6/8/2018).

“Sekitar 3 jam kami berkoordinasi, terkumpul Rp10 miliar lebih. Baik berupa uang, bahan makanan maupun hewan ternak,” kata Amran.

“Ini adalah ujian bagi saudara kita di NTB, ujian bagi kita juga penduduk Indonesia, ujian bagi rasa persatuan kita untuk berbagi dengan sesama. Ini adalah ladang amal, masing-masing dari kita harus memberi contoh,” ajak Amran lagi.

Bantuan senilai Rp10 miliar lebih itu dikumpulkan dari berbagai pihak yang dikoordinasikan Kementan. Di antaranya Badan Urusan Logistik (Bulog), perusahaan makanan dan minuman, asosiasi-asosiasi petani dan peternak, asosiasi eksportir dan importir, asosiasi pengusaha bahan pangan, pabrik gula, perusahaan perkebunan, perusahaan kendaraan bermotor, hingga perusahaan asuransi.

Kementerian sendiri memberikan bantuan sebesar Rp2 miliar lebih, termasuk berupa hewan ternak. Termasuk Menteri Amran yang menyerahkan bantuan sebesar 1 tahun gajinya sebagai Menteri Pertanian.

Menteri Pertanian juga meminta seluruh petani-peternak di seluruh Indonesia, untuk turut bergerak menunjukkan kepedulian terhadap para korban gempa.

“Ada 100 juta lebih keluarga pertanian di Indonesia. Kami ajak untuk kita sama-sama memberi sumbangan bantuan apapun bentuknya. 1 ekor ayam, 1 butir kelapa, 1 butir telur akan sangat berarti bagi keluarga saudara kita di sana”, pintanya.

Dia meminta, keluarga besar pertanian membentuk tim peduli. Kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang ada di tiap provinsi di Indonesia agar menjadi posko bantuan untuk mengkoordinir dan menyerahkan bantuan dari para petani-peternak.

Kantor BPTP di Lombok menjadi posko besar Kementan sebagai pusat koordinasi pengumpulan dan penyerahan bantuan kemanusiaan.

“Kementan hanya mengkoordinir pengumpulan dan penyerahan bantuan. Untuk distribusi selanjutnya kami percayakan pada teman-teman yang bertugas di sana,” ujarnya.

Menurut informasi dari lokasi gempa, sebagian warga korban gempa masih bertahan di sekitar rumahnya karena menjaga harta benda dan hewan ternak. Untuk itu Mentan juga menginstruksikan Dirjend Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk mengirim tim khusus.

“Tim khusus yang terdiri atas 100 orang ini akan berangkat hari ini juga, untuk membantu warga korban gempa mengurus ternak sapi dan lain sebagainya. Tim ini akan membawa perlengkapan termasuk vaksin, untuk menjaga ternak warga tetap selamat dan sehat”, tandas Mentan.

Kementan juga membuka sejumlah rekening peduli gemp Lombok, bagi masyarakat yang ingin mengulurkan bantuan berupa uang.

Berikut sumber bantuan dari penggalangan dana Kementan untuk Lombok:

Kementerian Pertanian Rp 1,7 miliar
PT Indofood 1 mobil box mie instan
PT. Bulog 5 ton beras
Asosiasi pengusaha bawang merah Rp125 juta
Asosiasi pelaku usaha ekportir importir Rp130 juta
Asosiasi pengusaha bawang putih Rp125 juta
Asosiasi pengusaha sarang walet Rp190 juta
PT. RNI 1 mobil box gula
PT.PN Rp100 juta
Pinsar Rp18 juta
PT. Food Statio Rp20juta
PT. Pupuk Indonesia Rp2 miliar
Frutang Rp150 juta
Ditjend Tanaman Pangan Rp1 miliar
PT Honda 2 unit genset 250 watt & Pompa 10 unit
PT. Jasindo Rp100 juta
Kementan Gerakkan Petani-Peternak Seluruh Indonesia

Editor: Hendra Wijaya