Indonesia Tawarkan Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan ke Amerika

532
  • 2
    Shares
Pesawat Amerika

SULSELSATU.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menawarkan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan avtur atau bahan bakar pesawat ramah lingkungan jenis bioavtur yang diracik di Indonesia. Tawaran ini diberikan ke AS karena Indonesia selama ini menjadi konsumen pesawat pabrikan Boeing.

“Kita minta Boeing gunakan bioavtur, pengusaha Indonesia akan investasi di sana untuk membuat bioavtur. Kalau Boeing bisa lakukan itu, kita membutuhkan sekitar 2.500 pesawat dalam 20 tahun ke depan. Kita akan prefer Boeing untuk itu. Boeing basically mau dan bisa menerima itu dan akan diskusikan internal,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat ditemui di kantornya, Senin (6/8).

Hal ini disampaikan Enggar usai berkunjung ke Amerika. Kunjungan Enggar ke sana untuk menindaklanjuti soal fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) AS untuk Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Enggar juga mengungkapkan bila selama ini nilai perdagangan Indonesia-AS masih rendah. Karena itu, mereka sepakat untuk menaikkan nilai perdagangan kedua negara hingga USD 50 miliar.

Indonesia Tawarkan Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan ke Amerika 1

“Kita berdua sepakat nilai perdagangan kedua negara terlalu rendah, hanya USD 28 miliar. Jadi saya propose kita tingkatkan up to USD 50 miliar, dan untuk itu mari kita buat roadmap,” katanya dikutip dari kumparan.

Untuk meningkatkan nilai perdagangan kedua negara, Pemerintah Indonesia akan membuat roadmap bersama AS dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Dia juga bilang bahwa Indonesia butuh dukungan dari AS dalam fasilitas GSP.

“Tadi saya sudah ketemu Ketua Kadin, jadi nanti antara Kadin, US Chamber of Commerce dan USINDO sepakati itu. Lalu dia tanyakan soal GSP dan saya katakan I need your support. Jadi cara negosiasi kita tidak meminta, tapi menjelaskan dan melakukan transaksi,” lanjutnya.

Enggar juga menerima Wakil Menteri Pertanian AS di sana. Enggar bilang bahwa Indonesia tidak memberikan batasan atau tidak ada non tarrif barrier bagi produk pertanian AS karena pihaknya mengikuti putusan World Trade Organization (WTO).

“Jadi silakan saja impor dan sekarang dan kita tinggal mengatur sumber impornya dari mana. Saya sampaikan semua peningkatan perdagangan ini bisa terjadi kalau ekonomi kita tumbuh, dan salah satu persyaratannya GSP kita tetap diberikan. Jadi bargain kita, kita lakukan langkah-langkah konkrit, kita jelaskan semua concern-concern mereka karena kita mitra strategis AS dan itu based on trust,” bebernya.

Editor: Agung Hidayat

Indonesia Tawarkan Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan ke Amerika 2

Rekomendasi Berita

Baca Juga