KPK Periksa Wakil Bendahara PPP dan Staf Ahli PAN Terkait Dana RAPBN

44
Febri Diansyah (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan wakil bendahara umum PPP Puji Suhartono dan Tenaga Ahli Fraksi PAN Suherlan, Senin (6/8/2018). Pemeriksaan ini dilakukan dalam kasus suap terkait dana perimbangan keuangan daerah dalam RAPBN Perubahan tahun 2018.

“Dipanggil sebagai saksi untuk AMN (Amin Santono),” ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah yang dikutip dari Poskota, Senin (6/8/2018).

Selain Puji, KPK juga memanggil staf ahli Fraksi PAN DPR RI, Suherlan, PNS Hanto Matuan, PNS, Repinus Telenggen, dan Karyawan Swasta, Aditia Utama.

KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus suap RAPBN-P 2018, yaitu anggota Komisi XI DPRI RI Amin Santono (AMS), Eka Kamaludin (EKK) pihak swasta atau perantara, Yaya Purnomo (YP) selaku Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Ahmad Ghiast (AG) pihak swasta atau kontraktor.

Atas perbuatannya, Amin, Eka, dan Yaya dijerat melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan, Ahmad diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Editor: Febriansyah

Terpopuler