Memprihatinkan, Pengungsian di Lombok Minim Fasilitas dan Makanan

23
Pengungsi Lombok

SULSELSATU.com, LOMBOK – Gempa berkekuatan 7,0 magnitudo yang mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8) banyak merusak bangunan dan infrastruktur. Sepanjang jalan dari Kecamatan Gunung Sari hingga Kecamatan Tanjung bagaikan bak ‘kota mati’, karena listrik padam total di seluruh kawasan tersebut.

Bangunan perumahan hingga rumah ibadah mengalami rusak parah. Reruntuhan bangunan terlihat jelas saat kumparan menjajal Jalan Raya Pemenang hingga Kecamatan Tanjung, lokasi yang berdekatan dengan titik utama sumber gempa.

Warga yang rumahnya rusak parah hanya bisa duduk pasrah di tenda darurat. Dengan menggunakan terpal seadanya, mereka yang berkumpul berasal dari beberapa dusun. Menjelang malam hari, jalanan di kawasan Lombok Utara gelap gulita. Begitu juga dengan perumahan warga, seperti ‘kota tanpa penghuni’.

Dilansir dari kumparan, Seorang warga bernama M Sultan (28) mengaku masih trauma atas gempa yang mengguncang tempat tinggalnya. Kini mereka lebih memilih tinggal di tenda darurat, meski minim fasilitas dan suplai makanan.

“Masih trauma, jam segini (19.00 WITA kemarin), gempa datang,” ujar Sultan kepada kumparan di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Senin (6/8).

Sementara pengungsi lainnya, Wendi (26), berharap agar ada bantuan lain yang datang ke mereka. Minimal dapur darurat dan toilet umum untuk digunakan sementara selama beberapa hari ke depan.

“Belum ada sampai saat ini, padahal ada ribuan pengungsi di sini,” ujar Wendi.

Hingga saat ini listrik di kawasan Lombok Utara masih padam. Anak-anak kecil harus tinggal di tenda darurat. Padahal, suhu udara pada malam hari di tempat pengungsian cukup dingin.

Editor: Agung Hidayat

Memprihatinkan, Pengungsian di Lombok Minim Fasilitas dan Makanan 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga