Soal Permintaan Agar Relawan Berani ‘Berantem’, Ini Penjelasan dari Jokowi

39
  • 3
    Shares
Jokowi 1
Joko Widodo (int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo memberi penjelasan terkait pernyataannya di Sentul yang dinilai provokatif dan dianggap mengajarkan kepada relawan Projo untuk berani berkelahi.

Saat ditanya mengenai arahannya yang bernada provokatif dalam acara Projo di Sentul, Jokowi meminta masyarakat menonton videonya secara lengkap.

“Saya kan sampaikan aset terbesar kita adalah persatuan, kerukunan. Oleh sebab itu, jangan sampai membangun kebencian, saling mencela, saling menjelekkan. Coba dirunut dari atas. Dilihat secara keseluruhan, konteksnya kan kelihatan,” jelas Presiden Jokowi usai meninjau venue jet ski di Ancol, Senin (6/8/2018).

Untuk diketahui, media sosial hari ini, Senin, masih diramaikan dengan pro-kontra soal pernyataan “berkelahi” yang disampaikan Presiden Jokow Widodo di Sentul.

Sebelumnya, pada Minggu (5/8/2018) Istana sudah menyampaikan penjelasan terkait pernyataan Presiden Joko Widodo yang dinilai provokatif saat memberikan arahan pada acara relawan Pro Jokowi (Projo) di Sentul International Convention Centre Bogor, Sabtu 4 Agustus 2018.

“Saya kira yang disampaikan Pak Jokowi itu hanya kiasan. Berantem jangan dikaitkan secara fisik saja. Maksudnya kita tidak boleh memfitnah, tidak boleh mengeluarkan ujaran kebencian, tapi kita harus siap menghadapinya,” kata Juru Bicara Istana Kepresidenan Johan Budi dalam konferensi pers di Hotel Mercure, dikutip dari Binis Minggu (5/8/2018).

Berikut petikan pidato Jokowi :

“Jangan membangun permusuhan. Jangan membangun ujaran-ujaran kebencian. Jangan membangun finah-fitnah. Tidak usah suka mencela. Tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau mau diajak berantem juga berani.”

Editor: Febriansyah

Soal Permintaan Agar Relawan Berani 'Berantem’, Ini Penjelasan dari Jokowi 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga