Hingga Agustus, Ada 1.366 Penderita Tuberkulosis di Jeneponto

56
  • 13
    Shares
Tuberkulosis
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Koordinator TB-HIV Care Aisyiyah Jeneponto, Sapriadi Saleh mencatat selama Januari hingga Agustus 2018 jumlah penderita tuberculosis (TB) di Jeneponto menembus angka 1.366 orang.

Sapriadi mengatakan, para penderita TB yang teridentifikasi ini merupakan hasil investigasi kader Pejuang Lillahi Ta’ala (PELITA). Jumlahnya, dari Juni-agustus 2018, kader Aisyiyah menemukan suspek TB sebanyak 396 orang dan positif TB sebanyak 45 orang.

“Sementara untuk data Januari sampai Juni 2018, kita temukan suspek atau terduga TB, yakni 970 orang. Sedangkan yang positif mengidap penyakit TB itu sebanyak 214 penderita,” ujar Sapriadi kepada sulselsatu.com, Senin (6/8/2018).

Temuan Community TB-HIV Care Aisyiyah Jeneponto dibuka saat menggelar rapat koordinasi antara Dinas Kesehatan dengan Petugas TB Puskesmas dan kader TB Care Aisiyah Jeneponto baru-baru ini di Aula Assifa Dinas Kesehatan Jeneponto.

“Jadi pertemuan koordinasi itu juga membahas pelaksanaan investigasi kontak dan merumuskan solusi terkait kendala-kendala pelaksanaan investigasi kontak yang telah pernah dilakukan kader TB Aisyiyah dua bulan terakhir,” ujar Sapradi.

Tidak hanya itu, sampai saat ini para kader Asyiyah Jeneponto menjalankan kontak investigasi. Program kontak investigasi tersebut, kata dia, adalah merupakan salah satu strategi dalam menemukan kasus TB yang ada di Jeneponto.

“Dimana Kader TB Aisyiyah melakukan investigasi kontak, dimulai saat mendapatkan kasus indeks (penderita TB yang telah sembuh), kemudian kader mendatangi rumah kasus indeks tersebut untuk menemui keluarga yang pernah sekontak rumah,” katanya.

Mereka yang melakukan investigas adalah kader yang memberikan edukasi dan penjaringan kepada keluarga dan tetangga kasus indeks dengan target kader menjaring 30 orang. Jika dalam penjaringan ditemukan suspek TB maka langsung dirujuk ke Puskesmas.

“Tidak berhenti di sini, para kader juga mendampingi pengobatan penderita positif TBC sampai pengobatan tuntas dan dinyatakan telah sembuh. Inilah yang menjadi rutinitas kader Aisyiyah setiap waktu, tanpa mengenal lelah dan bahkan tanpa digaji,” katanya.

Sekadar diketahui, sepanjang tahun 2017 terduga TB sebanyak 1.326 kasus, yang didiagnosis TB positif sebanyak 475 kasus.

Data 2016, terduga/suspek TB sebanyak 1.844 orang, positif TB sebanyak 140 kasus, sembuh, 70 kasus dan meninggal dunia 19 kasus.

Penulis: Dedi
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga