Catat, 5 Tips Tingkatkan Kepercayaan Diri pada Anak

  • 2
    Shares
Anak

SULSELSATU.com – Moms, pernahkah si Kecil malu atau ngumpet di belakang Moms ketika sedang berada di tengah kumpulan teman sebayanya atau saat berada dalam acara keluarga? Mungkin anak kita saat itu sedang merasa tidak nyaman berada di lingkungan yang baru dan perlu waktu beberapa lama untuk dapat beradaptasi dengan di lingkungan atau situasi yang baru.

Namun, bisa juga ia merasa kurang percaya diri ketika menjadi pusat perhatian atau berada di posisi yang mungkin akan dinilai oleh orang-orang di sekitarnya.
Berikut beberapa tips untuk dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri anak ketika berada di lingkungan sosialnya:

1. Jangan mengkritik anak secara berlebihan
Mungkin kita refleks dan secara tidak langsung sering memarahi anak karena berbuat tidak sesuai dengan hal-hal yang sepatutnya. Kita harus belajar memahami bahwa memang saat ini adalah waktu di mana anak memiliki rasa ingin tahu dan mengeksplor lingkungan di sekitarnya. Namun bukan berarti kita diam dan memakluminya secara terus-menerus.

Moms, harus menegur anak ketika berbuat salah, tapi tidak perlu membentak apalagi main fisik, karena itu tidak menyelesaikan masalah. Contoh ketika anak suka main pukul-pukulan, tegurlah dengan memberikan penjelasan kalau yang dilakukannya salah dan bertanya kembali padanya apakah anak mau dipukul? karena ketika dipukul rasanya sakit.

2. Kurangi intervensi dan larangan
Kurangi kebiasaan untuk mengendalikan anak atau lingkungannya secara berlebihan. Jangan melulu melarang anak melakukan ini itu, apalagi ketika anak sedang bersama teman-teman sebayanya. Bisa jadi ketika Moms terlalu protektif, teman-temannya malah merasa tidak nyaman dan tidak mau dekat dengan anak. Tugas kita adalah mengawasi anak yang sedang asik mengeksplor dunianya.

3. Stimulasi anak untuk mau tampil di depan publik
Ajak anak untuk mau tampil di depan publik, misalnya ketika ada acara keluarga, ajak anak untuk menyanyi di depan orang banyak. Jika ia belum berani, Moms juga harus ikut tampil ke depan sambil memeluk anak dan berkata, “Ayo, kakak pasti bisa!” Kata-kata positif Moms pasti akan meningkatkan kepercayaan diri anak.

4. Positive self-talk
Ketika selesai mandi, saya sering mengajak anak berkaca sambil bernyanyi dengan mengubah lagu kesukaannya dengan lirik kata-kata yang positif, seperti, “Joel anak pintar, pemberani, kuat, dan tidak cengeng.” Apalagi ketika anak sedang mengalami kelemahan tertentu, saya akan menambahkan lirik positif dalam mengatasi kelemahannya. Seperti ketika anak suka takut, saya tambahkan dalam lagunya kalau dia pemberani.

5. Ajar anak berani mengungkapkan pendapatnya
Moms, juga dapat mengajak anak curhat tentang aktivitasnya hari ini. Coba tanyakan kegiatan apa saja yang dilakukannya dari pagi sampai ketika mau tidur. Ketika anak belum pandai bicara, Moms bisa memberikan Yes-No Questions, seperti: “Tadi abang main mobil-mobilan ya. Abang senang ga?” Hal-hal seperti ini dapat melatih anak untuk lebih terbuka tentang perasaannya.

Hargai hal-hal sederhana yang dilakukannya. Moms, harus bersikap suportif kepada anak. Ketika anak salah, tegurlah dan ketika anak berbuat baik, pujilah. Sehingga anak tahu bahwa dirinya berharga.

Editor: Agung Hidayat