Polda Terjun Langsung Selidiki Penyebab Kebarakan di Jalan Tinumbu

15
Img 20180807 123606
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondai. (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pihak kepolisian Polrestabes Makassar bersama Polda Sulsel tengah melakukan penyelidikan terkait peristiwa kebakaran di Jalan Tinumbu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Kebakaran yang terjadi pada Senin (6/8/2018) dini hari itu merenggut 6 korban jiwa. Sejauh ini, penyebab kebakaran masih misteri.

Baca juga: Deng Ical Desak Kepolisian Usut Tuntas Penyebab Kebakaran di Tinumbu

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, pihak kepolisian sudah melakukan proses labolatorium forensik.

Baca juga: Sumarsono Kunjungi Korban Kebakaran Tinumbu

“Kita akan lihat, apakah rumah tersebut terbakar, atau sengaja dibakar. Ini akan ketahuan apabila tim kedokteran forensik melihat daripada kondisi mayat,” kata Dicky saat ditemui di Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (7/8/2018).

Baca juga: Polisi Usut Dugaan Unsur Kesengajaan dalam Insiden Kebakaran Tinumbu

Dicky menegaskan, pihak kepolisian akan mengejar tersangka apabila memang ditemukan adanya faktor kesengajaan dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Baca juga: Ini Identitas 6 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Tinumbu

Untuk itu, dia mengimbau semua pihak agar bersabar menanti kesimpulan penyidikan pihak kepolisian yang tengah bekerja untuk mengungkap kasus ini.

Baca juga: Enam Orang Tewas dalam Kebakaran Hebat di Tinumbu Tadi Subuh

“Masyarakat harap bersabar, kami akan transparan, kami akan berikan bagaimana kesimpulan dalam kasus ini,” ujarnya.

Sebelumnya, dugaan kuat muncul bahwa rumah yang pertama kali terbakar, yakni milik almarhum H. Sanusi (75) sengaja dibakar oleh kawanan geng motor.

Dugaan itu muncul setelah salah seorang cucu H. Sanusi, yakni Fahri yang juga tewas dalam peristiwa kebakaran itu memiliki piutang dengan kawanan geng motor tersebut.

Namun sejauh ini, pihak kepolisian tetap pada statementnya bahwa dugaan yang dimaksud masih dalam penyelidikan mendalam terhadap kasus ini.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Hendra Wijaya