Serapan Anggaran Rendah, 8 SKPD Masuk Zona Merah

28
  • 3
    Shares
Img 20180514 Wa0011
Monev serapan anggaran lingkup Pemkot Makassar, di Ruang Sipakatau Kantor Balaikota Makassar, Senin (14/5/2018). (IST)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Delapan Satuan Perangkat Kerja Daerah masuk dalam daftar zona merah saat rapat monitoring dan evaluasi penyerapan anggaran APBD triwulan II, Selasa (7/08/2018).

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Hadija Iriani mengatakan, salah satu faktor yang menghambat penyerapan anggaran hingga pertengahan 2018 adalah kurangnya kerjasama antar SKPD.

Sementara masalah utama yang kerap dihadapi SKPD adalah proses lelang yang selalu gagal di LPSE.

“Semua masalahnya sama, ini telah berjalan sebagaimana mestinya. Kita tidak bisa menyalahkan antar satu dengan yang lainnya. Tapi kalau pun ada kesalahan, itu adalah kesalahan kita bersama. Memang pengefektifan lagi kinerja kita,” kata Iriani di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (7/08/2018).

Untuk itu, dia mengajak seluruh SKPD dengan serapan anggaran terendah agar memacu kinerja hingga 1,5 bulan ke depan.

“Keterlambatan ini kita harus kejar dalam waktu 1,5 bulan ke depan. Karena target kita di triwulan III serapan anggaran sudah harus di atas 70 persen,” ucap Iriani.

Sekadar diketahui, 8 SKPD yang masuk dalam daftar merah hasil Monev triwulan II di antaranya, Dinas Pertanahan, Dinas Kesehatan dan Dinas Perlengkapan.

Selanjutnya, Bagian Umum, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Penulis: Mawar A. Pasakai
Editor: Awang Darmawan

Serapan Anggaran Rendah, 8 SKPD Masuk Zona Merah 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga