Tim Medis Unhas Target Operasi 50 Korban Gempa Lombok dalam Sehari

  • 2
    Shares
Img 20180807 Wa0032

SULSELSATU.com, MAKASSAR –  Tim medis dari Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Public Safety Center (PSC) dan tim RSWS Makassar, mulai menangani sejumlah korban gempa yang dipusatkan di RSUD Provinsi NTB di Mataram, Selasa (7/8/2018). 

Sejak tadi pagi dilakukan pertemuan koordinasi antara pihak RSUD dengan Tim gabungan Unhas dan perwakilan tim medis dari Surabaya, Yogyakarta, Bali, dan tim lainnya. Pertemuan ini untuk membahas teknis penanganan kesehatan yang akan dilakukan. 

Turut hadir pula dalam pertemuan ini, Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba MARS, dan Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat, Mayjen TNI dr. Bambang Dwi Hasto, Sp.B, FINACS, M.Si.

Dalam pertemuan ini, Prof. Idrus Paturusi, Sp.BO menegaskan bahwa proses operasi terhadap pasien harus segera dilakukan.

“Dalam situasi bencana, kita tidak boleh menunda. Segala sumber daya yang ada harus kita kerahkan.  Kami dari Makassar akan segera melakukan tindakan operasi terhadap pasien patah tulang. Kami sengaja membawa spesialis tulang beberapa orang,” kata Prof. Idrus.

Dari hasil identifikasi awal, ada sekitar 200 pasien patah tulang yang harus segera memperoleh penanganan. Tim medis akan konsentrasi melakukan tindakan operasi terhadap pasien-pasien ini, ditambah juga dengan pasien yang berada di rumah sakit lain.

“Totalnya bisa mencapai 300 pasien,” sambungnya.

Dari delapan ruangan operasi yang tersedia di RSUD NTB, Tim Medis Unhas menangani 3 ruangan, yaitu Ruang Operasi Orthopedi, Saraf, dan Bedah Umum.  Sementara tim Yogya, Bali, dan Surabaya masing-masing 1 ruangan operasi, yaitu untuk THT, Urologi, dan Bedah Plastik.

Menurut dia, jika tim ini dapat bekerja sinergis dan simultan, dalam sehari bisa diselesaikan operasi antara 50 sampai 80 pasien. 

“Saya kira, 300 pasien itu dapat kita tangani dalam waktu secepatnya. Apalagi ada dukungan dari teman-teman tim medis lain, termasuk dukungan dari Pusat Kesehatan TNI dan Angkatan Darat,” ucap dia.

Penulis: Uje Jaelani
Editor: Hendra Wijaya