Hargai Kearifan Lokal, Akbar Faizal Dianugerahi Gelar Adat Kajang

50
  • 5
    Shares
Whatsapp Image 2018 08 07 At 20.21.23 (1)
Anggota Komisi III DPR RI Akbar Faisal saat berkunjung ke Tana Toa Kajang, Bulukumba. (Ist)

SULSELSATU.com, BULUKUMBA – Pemimpin tertinggi Tana Toa Kajang, Amma Toa menganugerahi anggota Komisi III DPR RI, Akbar Faizal gelar adat Kajang.

Penganugerahan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kiprah dan sepak terjang Akbar Faisal dalam membela kepentingan warga Sulawesi Selatan. Legislator Nasdem ini diangkat sebagai keluarga besar dan diberi gelar Puto A’bah.

Whatsapp Image 2018 08 07 At 20.21.23

“Saya merasa terhormat dan berterimakasih atas penghargaan ini. Tana Toa adalah salah satu contoh masyarakat adat yang tetap secara disiplin menjaga keluruhan budayanya dengan tidak menerima kehidupan modern, menjaga orisinalitas daerahnya dan kehidupannya,” ucap Akbar Faizal di Kajang, Selasa (7/8/2018).

Baca juga: Akbar Faisal Gugah Semangat Santri Al Askar Bulukumba

Akbar beranggapan, budaya-budaya unik seperti ini harus dipertahankan sebagai penyeimbang kehidupan modern yang ada di luar. Bagaimanapun, di tengah arus deras globalisasi, kearifan lokal harus tetap dipelihara sebagai wujud identitas bangsa.

Akbar menjelaskan, menurut pemahaman masyarakat adat Kajang, sebelum gelar bangsawan pemilik kewenangan-kewenangan kultural yang ada di kerajaan Bone, Wajo, dan daerah lainnya, yang paling tua adalah Puto yang berarti raja bagi mereka. Selain itu Amma Toa ternyata juga ada struktur kekuasaannya hingga ke bawah.

Kedatangan Akbar diantar langsung oleh panglima perang Tana Toa yang juga kepala desa Lolisang, Kecamatan Kajang, dan juga Kapolsek Kajang, AKP Samsul Bahri yang juga telah menyatu dengan masyarakat di sana. Setelah menerima gelar adat, Akbar dan seluruh rombongan juga menerima wejangan dari Amma Toa.

“Beliau berpesan, kita sebagai manusia harus menjaga keseimbangan alam agar lebih terjaga keasrian lingkungan dan budaya, untuk menjaga harmonisasi kehidupan. Karena itu, nilai-nilai yang ditanamkan di Kajang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan seperti dilarang mencuri, harus hidup jujur, hanya memakan makanan yang merupakan haknya,” jelas legislator yang dikenal cukup vokal ini.

Editor: Hendra Wijaya