Walaupun Perang Dagang, Ekspor China ke Amerika Tetap Tumbuh

28
Amerika China
Walaupun Perang Dagang, Ekspor China ke Amerika Tetap Tumbuh 1

SULSELSATU.com, CHINA – Ekspor China ke Amerika Serikat (AS) justru tumbuh, di tengah kebijakan perang dagang yang diberlakukan Presiden AS, Donald Trump, terhadap produk impor asal Negeri Panda itu. Trump telah beberapa kali menaikkan tarif terhadap produk impor asal China.

Washington akan mulai menarik tarif 25 persen terhadap produk China yang senilai USD 16 miliar, mulai 23 Agustus 2018. Sebelumnya, AS telah mengenakan tarif impor baru atas produk China senilai USD 34 miliar, sejak 6 Juli 2018 lalu.

Menurut laporan Pemerintah China seperti dikutip Reuters, ekspor China ke Amerika meningkat 12,2 persen pada Juli 2018 (year on year/yoy). Angka ini melampaui pertumbuhan pada Juni 2018 yang hanya tumbuh 11,2 persen yoy. Ekspor China pada Juli mampu mematahkan prediksi para ekonom yang memproyeksi pertumbuhan ekspor hanya 10 persen.

Surplus perdagangan AS-China inilah yang mendasari Washington melayangkan kritik dan meminta Beijing memangkas angka surplus. Dari sisi neraca transaksi (current account), China mencatat surplus USD 28,09 miliar pada Juli 2018. Angka ini sebetulnya lebih rendah daripada realisasi Juni yang surplus USD 28,97 miliar.

Peningkatan ekspor Tiongkok ke AS di tengah perang dagang, menurut analis dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar yuan (RMB) terhadap USD. Pelemahan yuan dari awal tahun 2018 disebut dilakukan secara sengaja, sehingga produk-produk asal Negeri Tirai Bambu menjadi lebih murah di pasar global.

Ekspor China ke Amerika Serikat (AS) justru tumbuh, di tengah kebijakan perang dagang yang diberlakukan Presiden AS, Donald Trump, terhadap produk impor asal Negeri Panda itu. Trump telah beberapa kali menaikkan tarif terhadap produk impor asal China.

Washington akan mulai menarik tarif 25 persen terhadap produk China yang senilai USD 16 miliar, mulai 23 Agustus 2018. Sebelumnya, AS telah mengenakan tarif impor baru atas produk China senilai USD 34 miliar, sejak 6 Juli 2018 lalu.

Menurut laporan Pemerintah China seperti dikutip Reuters, ekspor China ke Amerika meningkat 12,2 persen pada Juli 2018 (year on year/yoy). Angka ini melampaui pertumbuhan pada Juni 2018 yang hanya tumbuh 11,2 persen yoy. Ekspor China pada Juli mampu mematahkan prediksi para ekonom yang memproyeksi pertumbuhan ekspor hanya 10 persen.

Surplus perdagangan AS-China inilah yang mendasari Washington melayangkan kritik dan meminta Beijing memangkas angka surplus. Dari sisi neraca transaksi (current account), China mencatat surplus USD 28,09 miliar pada Juli 2018. Angka ini sebetulnya lebih rendah daripada realisasi Juni yang surplus USD 28,97 miliar.

Peningkatan ekspor Tiongkok ke AS di tengah perang dagang, menurut analis dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar yuan (RMB) terhadap USD. Pelemahan yuan dari awal tahun 2018 disebut dilakukan secara sengaja, sehingga produk-produk asal Negeri Tirai Bambu menjadi lebih murah di pasar global.

Editor: Agung Hidayat

Iklan stie Amkop

Rekomendasi Berita

Baca Juga