Ini Alasan Hakim Tolak Gugatan Praperdilan Video Mesum Luna Maya-Cut Tari

46
Cut Maya
Cut Tari dan Luna Maya (int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Sidang praperadilan atas kasus video porno yang melibatkan artis Luna Maya dan Cut Tari berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018).

Sidang yang dipimpin oleh hakim tunggal Florensani Susana Kendenan tersebut menolak gugatan praperadilan yang diajukan oleh LP3HI atau Lembaga Pengawas dan Pengawal Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI).

Florensani menjelaskan alasannya memutuskan untuk menolak gugatan tersebut. Pihaknya merasa tak berwenang untuk mengabulkan gugatan tersebut sehingga memutuskan menolaknya.

“Penghentian penyidikan terhadap Cut Tari Aminah Anasya binti Joeransyah M dan Luna Maya Sugeng ini bukanlah perkara objek praperadilan,” ujar Florensani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018). “Sehingga selanjutnya permohonan ini dinyatakan tak dapat diterima.”

“Mengadili dalam eksepsi menolak eksepsi pemohon satu dalam perkara menyatakan permohonan praperadilan dari pemohon tidak dapat diterima,” tambahnya. “Membebankan biaya perkara kepada pemohon sebesar nihil.”

Keputusan itu membuat status Luna Maya dan Cut Tari belum berubah sebagai tersangka. Namun Luna dan Tari tampaknya bersikap cuek terhadap gugatan praperadilan yang diajukan LP3HI atas kasus mereka tersebut. Keduanya belum memberikan keterangan apapun terkait gugatan praperadilan itu.

Sebelumnya, Kurniawan beralasan mengajukan gugatan itu untuk membela hak Luna dan Tari. Ia menilai Luna dan Tari juga patut mendapatkan perlindungan hukum sehingga mengajukan gugatan praperadilan tersebut.

“Luna Maya dan Cut Tari adalah publik figur yang semestinya diberi perlindungan hukum,” ujar Kurniawan. “Jika Luna Maya dan Cut Tari saja tidak mendapat perlindungan hukum, apalagi rakyat biasa. Dikhawatirkan akan menjadi korban ketidakpastian penegakan hukum.”

Editor: Febriansyah

Rekomendasi Berita

Baca Juga