Empat Sekolah di Pinrang Tolak Pemberian Vaksin MR

45
  • 2
    Shares
Kadinkes Pinrang
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, drg. Dyah Puspita Dewi. (IST)

SULSELSATU.com, PINRANG – Sebanyak empat sekolah di Kabupaten Pinrang menolak pemberian vaksin campak dan measles rubella (MR). Penolakan ini menyusul sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang belum mengeluarkan sertifikat halal bagi vaksin tersebut.

“Ada beberapa sekolah tingkat DDI atau MTS yang menunda pelaksanaan imunisasi MR yang kami lakukan. Itu karena adanya berita tentang fatwa MUI tentang halal tidaknya vaksin MR,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, drg. Dyah Puspita Dewi, Rabu (8/8/2018).

“Tapi hingga sampai hari ini baru 4 sekolah yang menyatakan penundaan. Di antaranya 1 di Kecamatan Suppa, 1 di Kecamatan Paleteang dan 2 di Kecamatan Patampanua. Selebihnya, tidak ada,” imbuhnya.

Dinkes Pinrang sebenarnya telah melakukan sosialisasi sejak beberapa bulan lalu di setiap kecamatan dengan melibatkan setiap unsur lembaga yang terkait. Pemberian vaksin MR bertujuan untuk mencegah penyakit campak dan rubela yang bisa berdampak pada kematian.

“Kalau sosialisasi sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Bahkan sampai hari ini capaian imunisasi Pinrang ada di urutan ke-5 untuk tingkat Provinsi di Sulsel, dengan capaian 34 persen dari jumlah sasaran 109,416 semua sasaran yang ada di Pinrang,” jelas Dyah.

Ia pun berharap agar masyarakat tidak menolak pemberian vaksin MR ini mengingat akibat yang ditimbulkan bila seseorang terkena campak dan rubela.

“Kalau tidak diimunisasi dan suatu saat kena campak dan rubela akan lebih parah akibatnya. Jikalau ada yang terindikasi maka kami harap untuk berkonsultasi dengan petugas kesehatan yang datang ke sekolah maupun ke Posyandu atau Poskesdes,” tutur Dyah.

Penulis: Hasrul
Editor: Awang Darmawan