Ini 5 Tips Beli Hewan Kurban Ala Dokter Cantik Dinas Pertanian Jeneponto

119
  • 3
    Shares
Img 20180807 161548
Kasi Kesehatan Hewan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jeneponto, drh Nurliani Syamsul. (Sulselsatu/Dedi)

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Kasi Kesehatan Hewan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jeneponto, drh Nurliani Syamsul, mengajak masyarat yang akan membeli hewan kurban untuk memperhatikan berbagai aspek.

Nurliani mengatakan, ada 5 tips agar aman saat membeli hewan kurban bagi masyarakat yang ingin berkurban pada Idul Adha tahun ini.

“Kalau berbicara hewan kurban, secara umum dalam Islam harus halal dan sehat dong. Nah di sini saya ada 5 tips yang umum yang bisa dijadikan tips saat memilih hewan kurban,” ujar Nurliani, Selasa (7/8/2018).

Adapun 5 tips membeli hewan kurban dari dokter hewan cantik ini masing-masing:

1. Usia hewan
Untuk kambing dan domba, harus berusia 12-18 bulan. Sementara untuk sapi pada usia 22 bulan. Nah, tips melihat ini gampang kita lihat, sisa melihat gigi susu yang tanggal jadi kita sudah memprediksi usianya.

2. Pastikan tidak Cacat
Beberapa cacat yang tidak sah atau tidak diperbolehkan dijadikan hewan kurban adalah buta sebelah atau pincang atau biasanya karena sakit. Hewan yang tengah sakit juga tidak bisa dijadikan hewan kurban.

3. Nafsu makan hewan yang baik
Dari segi kesehatan, hewan yang sehat bisa diketahui dari nafsu makan yang baik. Selain nafsu makan baik, hewan juga harus terlihat lincah, matanya bersih, dan bulunya tidak kusam.

4. Organ tubuh hewan yang sehat
Saat kita membelih hewan kurban, kita harus memperhatikan tiga bagian, yaitu mata, hidung dan anus. Saat kita melihat mata, mata harus pin, kalau matanya kuning berarti kurang sehat. Kalau berbicara hidung, kalau hidunya kering berarti hewan tersebut demam karena hidung normal pada hwan biasanya basah. Pada bagian anus harus bersih karena jika kotor itu adalah tanda-tadan hewan tersebut diare.

5.Lokasi pembelian hewan
Bukan rahasian umum lagi, jika sebagian ternak kita miliki dibeberapa daerah biasanya diternakkan di daerah kawasan pembuangan sampah. Nah, untuk sapi yang diperlihara di tempat seperti ini, secara kesehatan tidak sehat untuk di komsumsi. Jadi pilihlah ternak yang diternakkan di daerah yang tempatnya yang sehat.

Penulis: Dedi
Editor: Hendra Wijaya