Serangan Israel di Gaza, Bayi dan Ibunya Sedang Hamil Tewas

17
  • 2
    Shares
Serangan militer Israel di Jalur Gaza, Rabu (8/8/2018) malam (int)

SULSELSATU.com, GAZA – Seorang bayi berusia 18 bulan dan ibunya yang sedang hamil tewas bersama seorang warga Palestina lainnya akibat serangan militer Israel di Jalur Gaza, Rabu (8/8/2018) malam.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan Enas Khammash (23) dan putrinya yang berusia 18 bulan, Bayan, menjadi korban serangan udara Israel di Jafarawi, Gaza tengah, pada malam itu.

Bayi 18 Bulan
Bayi 18 Bulan jadi korban serangan militer Israel di di Gaza (foto/Facebook)

Tentara Israel tidak segera mengomentari insiden itu. Tetapi mengatakan pihaknya telah menyerang sekitar 100 ‘target militer’ milik Hamas di Gaza.

“Serangan Israel dilakukan sebagai balasan terhadap roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza di wilayah Israel dari malam ke malam,” katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Kamis (9/8/2018).

Dikatakan target “termasuk fasilitas manufaktur, kompleks pelatihan, dan senjata canggih serta situs peralatan” milik Hamas.

Asap bisa terlihat naik dari Gaza City, Rabu malam. Seorang militan Hamas tewas dalam satu serangan, sedikitnya 12 orang lainnya terluka, kata kementerian kesehatan di Gaza.

Serangan itu terjadi menyusul puluhan roket diluncurkan dari daerah pantai menuju Israel, Rabu malam.

“Sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel berhasil mencegat 11 dari sekitar 70 peluncuran roket. Sementara sebagian besar lainnya mendarat di daerah terbuka” kata pernyataan militer Israel.

Setidaknya dua orang menyerang kota Israel Sderot, dekat perbatasan utara Gaza, polisi dan tentara mengatakan.

Satu orang terluka ringan akibat pecahan peluru, sementara beberapa lainnya dirawat karena syok di Sderot, kata dinas medis United Hatzalah.

Pernyataan dari sayap militer Hamas, kelompok Islam yang berkuasa di Gaza, mengaku bertanggung jawab atas roket tersebut. Dikatakan bahwa “sebagai perlawanan” Palestina sudah menembakkan sejumlah besar roket ke “posisi musuh dalam amplop Gaza”.

Sirene dibunyikan di beberapa wilayah Israel dekat perbatasan Gaza, seraya memperingatkan warga mencari tempat perlindungan segera, menurut tentara Israel.

“Sampai sekarang, sekitar 70 peluncuran roket diidentifikasi dari Jalur Gaza di wilayah Israel,” kata tentara dalam sebuah pernyataan.

Televisi Israel menyiarkan gambar rumah dan mobil-mobil yang dilaporkan rusak akibat roket di Sderot. PBB mengutuk tembakan roket Hamas.

Israel dan Hamas berperang tiga kali sejak 2008. Perang terakhir pada 2014 berakhir dengan gencatan senjata yang tegang dan para analis mengatakan konflik lain masih mungkin terjadi.

Editor: Febriansyah

Serangan Israel di Gaza, Bayi dan Ibunya Sedang Hamil Tewas 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga