Gara-gara Materi, Koalisi Demokrat-Gerindra Terancam Batal

95
627230 620
SBY-Prabowo. (Int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Rencana koalisi antara Partai Demokrat dan Gerindra di Pemilihan Presiden (2019) 2019, terancam kandas di tengah jalan.

Kader Partai berlambang Mercy itu “galau berat” atas isu perubahan sikap Prabowo Subianto yang mementingkan materi.

Isu materi yang mencuat bak bola panas ini menggelinding di tengah-tengah situasi krusial pencalonan presiden pada Pilpres 2019. Demokrat menganggap Sandiaga Uno “menyogok” PKS dan PAN agar didorong jadi Cawapres Prabowo.

Baca juga: Demokrat Sebut Sandi “Sogok” Partai Kaolisi Agar Jadi Cawapres Prabowo

Dilansir Kompas, Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief membenarkan informasi koalisi yang dibangun partainya bersama Partai Gerindra terancam batal.

Baca juga: Capres Prabowo Ditentukan Malam Ini, Ada Nama Sandiaga Uno

Menurut Arief, ada perubahan sikap dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang menyebabkan rencana koalisi terancam batal. Andi Arief menuding, Prabowo berubah sikap hanya karena materi.

“Di luar dugaan kami ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar,” kata Arief, Rabu malam (8/8/2018).

Persoalan materi yang disebut Arief, adalah terkait pemilihan cawapres Prabowo yang ditentukan berdasarkan pertimbangan materi. Namun, hingga saat ini, belum ada penjelasan dari Partai Gerindra terkait tuduhan itu.

Andi Arief menyayangkan sikap Prabowo itu. Padahal, kata dia, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut datang ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada Selasa (7/8/2018) malam untuk melanjutkan pembicaraan terkait koalisi pada Pilpres 2019.

“Baru tadi malam Prabowo datang dengan semangat perjuangan. Hanya hitungan jam dia berubah sikap karena uang,” ungkap politikus asal Sulsel ini.

Dengan kejadian ini kata dia, besar kemungkinan Partai Demokrat akan meninggalkan Prabowo. Kendati berencana meninggalkan Prabowo, Arif tidak menjelaskan opsi yang akan diambil partainya jika batal berkoalisi dengan Prabowo dan Partai Gerindra.

“Besar kemungkinan kami akan tinggalkan ‘koalisi kardus’ ini. Lebih baik kami konsentrasi pada pencalegan ketimbang masuk lumpur politik PAN, PKS, dan Gerindra,” kata dia.

Di bagian lain, Sekjen Partai Gerindra, Muzani enggan menggubris pernyataan Andi Arief. Menurut dia, pernyataan Andi Arief bukan sikap resmi Partai Demokrat, melainkan pernyataan pribadi.

“Ini kan Pak Andi Arief, bukan Pak SBY. Nanti saya cek dulu pembicaraan dengan pimpinan teras Demokrat. Karena produktivitas pembicaraan kita dengan Demokrat sangat baik, sangat bagus,” ujar Muzani.

Editor: Hendra Wijaya

Gara-gara Materi, Koalisi Demokrat-Gerindra Terancam Batal 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga