Suap Proyek PLTU Riau-1, KPK Kembali Periksa Dirut PT PJB

  • 3
    Shares
Febri Diansyah
Juru bicara KPK, Febri Diansyah. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara dalam penyidikan terkait kasus korupsi suap kesepakatan kerja sama PLTU Riau-1.

“Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka JBK (Johannes B Kotjo),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah yang dikutip dari Detik.com, Senin (9/8/2018).

Iwan sebelumnya diperiksa KPK pada Senin, 30 Juli 2018. Pemeriksaan Iwan saat itu untuk menelusuri pembahasan proyek itu.

Baca juga: Sita Ponsel Dirut PLN, KPK Cek Komunikasi Terkait Suap PLTU Riau-1

Dalam perkara ini, KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Eni diduga menerima suap total Rp 4,5 miliar dari Johannes.

Eni ditangkap KPK pada Jumat, 13 Juli lalu. Saat itu Eni sedang berkunjung ke kediaman dinas Mensos Idrus Marham untuk memenuhi undangannya acara ulang tahun anak Idrus. KPK telah memeriksa Idrus yang berstatus saksi dalam perkara ini.

Selain Idrus, Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir juga terseret dalam kasus ini. Dia berstatus saksi dan telah diperiksa. KPK telah menggeledah rumah dan kantor Sofyan serta menyita ponselnya.

Editor: Febriansyah