Ma’ruf Amin, Sang Penggerak Aksi 212 yang Kini Jadi Cawapres Jokowi

7
  • 1
    Share
Cawapres, Ma'ruf Amin (int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin yang kini menjadi cawapres Joko Widodo menegaskan, keputusan Joko Widodo (Jokowi) memilih dirinya sebagai cawapres merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap ulama.

Oleh karena itu, Ma’ruf berjanji akan merangkul seluruh unsur masyarakat, termasuk Alumni 212.

“Saya selalu merangkul mereka, karena saya juga alumni 212, dulu kan saya yang gerakan aksi 212, cuma sesudah Ahok (dipenjara), saya selesai,” kata Kiai Ma’ruf di rumahnya, Jalan Lorong 27, Koja, Jakarta Utara, dikutip dari Jawapos, Kamis (9/8/2018) malam.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) ini juga menyinggung soal gerakan yang terus dilakukan meskipun mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) sudah ditahan. Ia menyebut, telah berkomunikasi untuk tidak lagi membuat gerakkan setelah Ahok ditahan, namun itu tidak diindahkan.

“Mereka keterusan, makanya saya bilang sudah cukup selesai, mari kita membangun bangsa,” ucapnya.

Keberadaan MUI memang mempunyai peran penting dalam menjebloskan Ahok ke jeruji tahanan. Ketua Umum MUI juga menjadi saksi dalam kasus dugaan penodaan agama yang menjerat Ahok. Pada 2017 lalu, MUI menyatakan bahwa Ahok menghina Al Quran dan ulama setelah mereka melakukan penelitian dan pembahasan terhadap pidato Basuki di Kepulauan Seribu.

MUI menilai, Ahok memosisikan Al Quran sebagai alat untuk melakukan kebohongan. Selain itu, orang yang biasa menyampaikan ayat kepada masyarakat adalah ulama. “Maka yang melakukan kebohongan itu para ulama, kesimpulannya ini penghinaan ke Al Quran dan ulama,” ujar Ma’ruf seperti diberitakan Kompas, saat itu.

Jadi Cawapres Jokowi

Sebelumnya, Presiden petahana Joko Widodo memutuskan menggandeng Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden yang akan mendampingi di Pilpres 2019. Putusan itu didukung oleh sembilan parpol koalisi pendukung Jokowi, yaitu Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Golkar, PKB, PPP, PDIP, PSI, Perindo, dan PKPI.

Dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi disampaikan dalam deklarasi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang juga dihadiri sembilan ketua umum parpol pendukung Jokowi.

“Saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai-partai koalisi, yaitu Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres periode 2019-2024 adalah Profesor Doktor Ma’ruf Amin,” kata Jokowi di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018) malam.

Deklarasi ini menyudahi banyak spekulasi yang berkembang selama ini tentang sosok yang akan dipilih Jokowi sebagai cawapres. Pilihan Jokowi akhirnya berlabuh pada Ketua MUI tersebut.

Alasan Jokowi Memilih Ma’ruf Amin

Banyak yang bertanya mengapa Jokowi memilih Ma’aruf Amin sebagai cawapresnya dan bukan Mahfud MD yang beberapa hari terkahir gencar disebut sebagai pendamping kuat Jokowi.

Jokowi pun menjelaskan alasannya memilih Ma’ruf. “Mungkin ada beberapa pertanyaan dari masyarakat luas di seluruh tanah air mengapa Kiai Maruf Amin yang dipilih. Profesor Doktor Kiai Haji Maruf Amin lahir di Tangerang, 11 Maret 1943 adalah sosok agama bijaksana,” kata dia.

Selain itu, Jokowi juga menilai, Maruf sebagai figur berpengalaman. “Beliau pernah duduk di legislatif sebagai anggota DPRD, DPR RI, MPR RI, Wantimpres, Rais Aam PBNU dan Ketua MUI. Dalam kaitan dengan kebhinekaan, Profesor Doktor Kiai Haji Maruf Amin juga menjabat sebagai dewan pengarah BPIP,” ujarnya.

Kejutan di menit-menit akhir deklarasi calon presiden Joko Widodo sempat menyedot perhatian publik. Di luar dugaan publik, Ma’aruf Amin dipilih Jokowi sebagai cawapres. Kebanyakan publik memprediksi Mahfud MD sebagai cawapres.

Editor: Febriansyah

Terpopuler