Dituduh Santet Orang hingga Meninggal, Warga Jeneponto Disumpah Al Quran

4
  • 5
    Shares
Sumpah Al Quran kepada kedua belah pihak yang menuduh dan dituduh santet di Jeneponto. (Ist)

SULSELSATU.com,JENEPONTO – Seorang Pria berinisial R harus menjalani sumpah Al Quran di Masjid Al Fatta, Desa Balumbungan, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto.

Penyumpahan di depan Al Quran ini tidak lepas dari tuduhan seorang perempuan berinisial S kepada R bahwa ia adalah pelaku santet.

“Telah dilaksanakan penyelesaian permasalahan kasus tudingan santet dengan penyumpahan Al Quran kedua belah pihak antara Lelaki R dan Perempuan S selaku yang menduga R pelaku santet,” kata Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul, Jumat malam (10/8/20108).

Penyumpaan dilakukan oleh masyarakat setempat setelah perempuan S menduga saudaranya meninggal akibat lelaki disantet oleh R.

“Perempuan S menuduh lelaki R yang menyantet saudaranya sehingga meninggal dunia, sehingga lelaki R tidak terima baik tudingan S, sehingga kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan sumpah Al Quran di dalam masjid,” ungkapnya.

Kedua belah pihak tersebut merupakan warga Kampung Nangka-Nangka Desa Balumbungan, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, masing masing bersumpah Al Quran dihadapan pemandu sumpah Imam Desa Balumbungan.

“Kegiatan ini seolah-olah sudah menjadi tradisi apabila diperhadapkan hal yang sama, bentuk penyelesaian masalah seperti ini juga sudah pernah dilaksanakan sebelum di Kecamatan Bontoramba beberapa tahun lalu dengan motif masalah yang sama,” ujarnya.

Penulis: Dedi
Editor: Hendra Wijaya