Gelapkan Uang Pajak Kendaraan, Oknum Pegawai Samsat Bulukumba Dipolisikan

10
29334 Ilustrasi Penggelapan Dana
Ilustrasi. (Int)

SULSELSATU.com, BULUKUMBA – Oknum pegawai Sistem Adminitrasi Satu Atap (Samsat) Bulukumba, dilaporkan ke kantor polisi atas penggelapan uang pajak kendaraan Rp2,4 juta untuk biaya kepengurusan STNK mobil.

Pegawai Samsat Bulukumba yang menjadi terlapor bernama, Rivai oleh Basri Bin Topo Daming, warga dusun Kantisang, Desa Balibo, Kecamatan Kindang, Bulukumba.

“Sudah saya lapor ke polisi karena Rivai mengambil uang Rp2,4 juta untuk biaya kepengurusan STNK mobil, namun STNK tidak pernah ada,” ujar Basri.

Anggota DPRD Bulukumba Abd Kaab, meminta pemerintah daerah turun tangan terkait keluhan masyarakat Bulukumba saat ini, yang mengeluh terkait ulah pegawai Samsat Bulukumba yang diduga melakukan tindakan penipuan.

” Warga sudah membayar untuk biaya kepengurusan surat kendaraan bermotor atau STNK. Namun, hingga saat ini, STNK yang dijanjikan tidak kunjung ada, termasuk ganti plat kendaraan. Bukan hanya Basri, kalau dihitung-hitung, jumlahnya bisa mencapai ratusan juta rupiah,” kata legislator partai Nasdem itu.

Dia mengaku, sudah bertemu dengan pejabat Samsat Bulukumba namun mereka sepertinya lepas tangan.

“Semestinya, Samsat tidak boleh lepas tangan. Apalagi, Rivai biasa duduk di dalam kantor Samsat mengerjakan adminitrasi,”terang Abdul Kaab.

Kepala UPT Pendapatan Samsat Bulukumba, H. Sabirin Daud Nompo mengatakan, jika Rivai tidak ada hubunganya dengan Badan Pendapan Daerah (Bapenda) Sulsel.

Oknum tersebut, kata Sabirin merupakan Pekerja Harian Lepas (PHL), dan tidak memiliki hubungan dengan Samsat Bulukumba.

” Saya tidak tahu kalau oknum Rivai menawarkan jasa pembayaran pajak di luar loket, namun sejak saya di sini di bulan April 2018, Rivai sudah tidak lagi di sini (samsat,red), lagian dia bukan pegawai Samsat,” ujar Sabirin.

Penulis: Akbar Wahyudi
Editor: Hendra Wijaya