Perizinan Alot, Massa Deklarasi #2019GantiPresiden Tunjuki Kapolrestabes

12

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pertemuan pihak Polrestabes Makassar dengan massa #2019GantiPresiden di lobi Hotel Horison, Jalan Jenderal Sudirman pada sore tadi sempat berlangsung alot, Sabtu (11/2/2018).

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Irwan Anwar dan Dir Intel Polrestabes Makassar Kombes Pol Agus Rahendra dengan tegas menyatakan kepada massa deklarasi #2019GantiPresiden tidak memenuhi syarat perizinan untuk kegiatan deklarasi Minggu (12/8/2018) besok.

Namun para massa deklarasi memiliki pembelaannya, mereka telah mengupayakan sejumlah perizinan seperti proposal kegiatan, izin lokasi, izin Kesbangpol, dan sejumlah persyaratan lain.

Namun menurut pihak Kepolisian, ada sejumlah perbedaan redaksi bahasa yang digunakan. Seperti pada izin Kepolisian, nama kegiatan yang dicantumkan adalah untuk deklarasi #2019GantiPresiden. Sementara pada izin Kesbangpol di kota Madya, nama kegaiatan berbeda, berupa kegiatan sosial peduli lombok.

Menanggapi hal itu, para penggawa deklarasi beralasan, kegiatan sosial tersebut merupakan kegiatan tambahan, semacam variasi kegiatan lantaran kebetulan ada bencana gempa bumi di Lombok, Nuasa Tenggara Barat.

Namun pihak Kepolisian bersikeras. Kapolrestabes Makassar, Kombes Irwan mengatakan bahwa kegiatan politik, terutama karena berskala nasional seperti deklarasi iniharus jelas duduk perkara kegiatannya, termasuk perizinannya.

Menanggapi pernyataan Irwan, para massa deklarasi terkesan naik pitam. Mereka merasa dipersulit. Selain itu, para massa mempertegas, bahwa kegiatan deklarasi ini bukan kegiatan politik, melainkan lebih kepada deklarasi.

Sampai peristiwa cukup tegang terjadi, salah seorang massa menunjuki Kapolrestabes Makassar itu terkait pernyataan kegiatan deklarasi sebagai kegiatan politik. Bahkan massa meminta Kombes Irwan untuk mencabut pernyataannya.

“Tadi bapak juga bilang, ada unsur politik. Ini nggak ada,” ujar seorang massa.

“Ngga, saya ngga ngomong politik,” ujar Dir Intel Kombes Agus Rahendra sambil mengangkat kedua tangannya.

“Pak Kapolres, Pak Kapolres,” balas massa sambil menunjuk ke arah Irwan.

Belakangan diketahui, pernyataan tentang kegiatan politik itu dikutip Irwan dari panitia deklarasi sendiri yang mengklaim akan melakukan kegiatan politik dan kegiatan sosial.

“Jadi saya tidak mencabut pernyataan saya, kalau mau minta cabut, suruh teman bapak sendiri,” balas Irwan sembari menunjuk seorang panitia deklarasi.

Beruntung, alotnya mediasi itu berujung pada satu kesepakatan. Agar kedua belah pihak saling mengedepankan keamanan Kota Makassar apabila deklarasi besok tetap berlangsung.

“Kegiatan ini tidak memenuhi syarat, tapi kalau tetap mau dilaksanakan apa saya katakan Pak, sampaiakan kepada teman-temanta kami akan tetap melakukan pengamanan,” pungkas Irwan.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga