Fintech Aggregator Jadi Solusi Pencarian Modal untuk UMKM

13
  • 1
    Share
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerap mengalami kendala dalam permodalan. Hal ini membuat para pelaku industri UMKM dirasa memerlukan fasilitator dalam menyediakan akses permodalan, salah satunya financial technology (fintech) aggregator.

Melalui pihak perantara atau aggregator ini, persoalan para pelaku industri UMKM yang selama ini kerap meminjam uang dari rentenir dengan bunga yang tinggi bisa teratasi.

CEO dan Founder ALAMI -fintech aggregator berbasis syariah, Dima Djani, mengatakan keberadaan aggregator fintech berbasis syariah bagi UMKM cukup bermanfaat dengan pinjaman bebas riba.

“Kami di sini memberikan pinjaman bebas riba. ALAMI memiliki keunggulan untuk mempertemukan layanan perbankan tadi ke calon-calon nasabah yang ingin memperbesar skala usaha namun tetap dalam koridor syariah,” katanya, Senin (13/8).

Dima menjelaskan bahwa fintech aggregator berbasis syariah bekerja sama dengan bank-bank umum syariah yang akan menyalurkan dana kepada nasabah. Saat ini ALAMI sudah bekerja sama dengan sekitar 13 bank umum syariah, seperti BNI Syariah, Mega Syariah, Mandiri Syariah, dan masih banyak lagi.

“Minimal pinjaman itu sebesar Rp 200 juta. Kami menyasar UMKM yang memang membutuhkan permodalan untuk melakukan pengembangan bisnisnya seperti buka pabrik baru. Kalau positioning kami sudah kuat, baru kami menurunkan minimal besaran pinjamannya,” katanya dikutip dari kumparan.

Saat ini, pelaku UMKM biasanya dihadapkan pada minimnya informasi sumber pendanaan yang sesuai dengan kondisi keuangan bisnisnya. Untuk itu, lanjut Dima, pihaknya senantiasa memberikan seluruh informasi dan pendampingan kepada para pelaku industri UMKM sepanjang proses pengajuan pinjaman.

ALAMI sendiri akan mengambil biaya success fee sebesar 1 persen dari total pinjaman. Namun, kalau pinjaman tidak berhasil, Dima mengaku tidak akan memungut biaya apapun kepada pelaku UMKM.

“Kadang para pelaku UMKM bingung bagaimana mengajukan pinjaman dan apa aja syarat yang dibutuhkan. Mereka juga beberapa ada yang masih belum paham tentang pinjaman dari bank syariah seperti apa. Kami hadir untuk mempercepat inklusi keuangan syariah kepada masyarakat,” katanya.

Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 6 pelaku UMKM di wilayah Jabodetabek yang mejadi pelanggan ALAMI dengan nilai transaksi sekitar Rp 20 miliar. Dima mengaku akan melakukan berbagai upaya untuk memajukan industri fintech aggregator berbasis syariah ini.

“Ini sebenarnya bisnis yang sangat menjanjikan sekaligus juga sekalian beribadah. Makanya, fintceh aggregator syariah ini perlu dikembangkan terus,” katanya.

Editor : Agung Hidayat