Kapolda Sebut Otak Pembunuhan di Jalan Tinumbu Seperti Mafia

65
  • 7
    Shares
Img 20180705 112523
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono. (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali)
Kapolda Sebut Otak Pembunuhan di Jalan Tinumbu Seperti Mafia 1

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pembunuhan sadis yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kebakaran di Jalan Tinumbu, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, pada Senin pekan lalu terus menyita perhatian.

Pasalnya, hasil penyidikan polisi menunjukkan bahwa keluarga tersebut tewas dibakar hidup-hidup oleh sindikat narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono Septiadi pun turut mengomentari kasus ini. Umar menyebut peristiwa itu kejadian luar biasa.

Bahkan Umar menyebut tindakan Akbar Dg. Ampu (32) selaku otak dalam persitiwa itu sama seperti mafia.

“Ini sangat luar biasa sudah main seperti mafia itu. Tidak bayar, bunuh. Bukan pelakunya saja yang dibunuh, keluarganya juga dibakar,” ujar Umar, Selasa (15/8/2018) malam.

Umar mengaku akan menggelar pertemuan dengan pihak Kementrian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan dalam waktu dekat. Sebab, Akbar selaku aktor dibalik kebakaran itu berstatus sebagai narapidana kasus pembunuhan Lapas Klas IA Makassar.

Akbar diketahui bisa dengan bebas mengendalikan bisnis narkobanya dari dalam lapas. Hal itu diperkuat dengan penemuan sejumlah alat komunikasi di sel Akbar.

“Yah kita akan diskusi dengan Kemenkumham lah bagaimana solusi terbaik jangan sampai dari dalam lapas ada yang mengendalikan itu lagi,” kata dia.

Mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat itu juga menegaskan kepada anggotanya agar segera menangkap semua orang yang terlibat dalam kasus pembakaran maupun yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.

“Pokoknya optimalkan untuk melakukan pengejaran semua yang terlibat,” tegas Umar.

Sejauh ini, polisi telah menangkap lima orang tersangka sementara lainnya masih dalam pengejaran. Mereka adalah Andi Muhammad Ilham (23), Riswan (23), Haidir (25), dan Wandi (23), serta Akbar dg Ampuh (32).

Para tersangka ini dibagi menjadi dua kasus yakni kasus penganiayaan dan kasus pembakaran. Riswan, Wandi, dan Haidir menjadi tersangka atas kasus penganiayaan terhadap Fahri. Sementara Andi Muhammad Ilham dan Akbar merupakan pelaku pembakaran.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan

Iklan stie Amkop

Rekomendasi Berita

Baca Juga