Sebut Nama Ma’ruf Amin, Mahfud MD Blak-blakan Soal Drama Gagal Dampingi Jokowi

524
Mahfud MD, Hak Angket Korupsi E-KTP, KPK, Komisi Pemberantasan Korupsi
Mahfud MD. (INT)
Sebut Nama Ma'ruf Amin, Mahfud MD Blak-blakan Soal Drama Gagal Dampingi Jokowi 1

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Mahfud MD membuat pengakuan mengejutkan soal kegagalannya mendampingi Joko Widodo sebagai cawapres di Pilpres 2019 mendatang.

Dalam acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (14/8/2018) malam, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyebut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, dan Rais Aam PBNU Ma’ruf Amin terlibat dalam intrik politik yang membuat dirinya batal dipilih Jokowi.

Pengakuan Mahfud diawali dengan penuturannya tentang pertemuan dengan Cak Imin yang difasilitasi oleh salah satu tokoh NU, As’ad Said Ali di jalan Empu Sendok, Jakarta Selatan.

“(Diminta) bertemu dengan Muhaimin ya, wah ndak mau saya, saya bilang. Masak saya ketemu Muhaimin wong dia mau calon, dia enggak setuju saya calon. Ndak lah, ketemu, dia sudah tahu kalau Dek Mahfud calonnya, saya ndak mau kalau ketemu, bukan ketemu Dek Mahfud tapi dipertemukan, siapa yang pertemukan, saya As’ad yang pertemukan, katanya,” ujar Mahfud menirukan perbincangannya dengan As’ad saat itu.

Akhirnya, Mahfud bertemu dengan Cak Imin di kawasan Empu Sendok. Saat pertemuan itu, Mahfud bertanya bagaimana bisa ia dituduh bukan kader NU oleh petinggi PBNU.

Cak Imin menjelaskan, Ma’ruf Aminlah yang menyuruh agar pernyataan itu dilempar ke publik. Pada bagian ini, Mahfud bahkan memberi penekanan khusus saat melanjutkan penuturannya.

“Enggak itu yang nyuruh Kiai Ma’ruf, gimana ceritanya, gini katanya nih,” ucap Mahfud menirukan Cak Imin.

Lalu pada Rabu (8/8/2018), kira-kira siang hari Kiai Ma’ruf, Said Aqil, dan Cak Imin dipanggil oleh Presiden di Istana. Jokowi tidak menyampaikan nama cawapresnya, tetapi malah meminta saran kepada ketiga orang tersebut. Setelah pertemuan selesai, Kiai Ma’ruf, Said Aqil, dan Cak Imin rapat di kantor PBNU.

Berdasarkan cerita Cak Imin, Ma’ruf Amin yang menyuruh Said Aqil dan Ketua PBNU Robikin Emhas menyatakan jika Mahfud bukan kader NU. Sehingga, akhirnya Jokowi berubah pikiran dan mengumumkan Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya di Restoran Plataran, Menteng dengan didampingi para ketum parpol koalisinya.

“Nah lalu mereka sepertinya marah-marah membahas, kemudian Kiai Ma’ruf tuh kalau gitu kita nyatakan kita tidak bertanggung jawab secara moral atas pemerintahan ini kalau bukan kader NU yang diambil. Ini kata Muhaimin, Robikin (Ketua PBNU) bilang begitu ke pers nanti, datang Robikin, ini kata Muhaimin. Oh iya gini kiai, didikte oleh Kiai Ma’ruf begini lho kalimatnya katanya, jadi kata itu didikte memang,” tutur Mahfud.

Editor: Febriansyah

Iklan stie Amkop

Rekomendasi Berita

Baca Juga