OPINI: “Kehilangan Akal Sehat”

200
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Dr Abd Rasyid Masri. (Foto/Ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Mencermati realitas politik dan perilaku politik para pendukung partai-partai, para pendukung capres dan cawapres, para pelaku politik dari balik jendela etik dan moral politik nampaknya mulai mengalami krisis moralitas, yang membahayakan semangat reformasi dan demokrasi bahkan semangat keagamaan anak negeri ini.

Perilaku politik yang dipertontonkan dengan saling menjatuhkan lawan yang tidak sehaluan politik dengan saling kritik, saling menjelekkan bahkan sering mengarah ke fitnah politik, fitnah sosial jalas hal ini dapat merusak mental, moralitas generasi bangsa ini.

Terkadang hati saya berbisik dalam kesendirian “beginikah arti demokrasi Pancasila“ tidak ada lagi semangat persaudaraan sesama anak bangsa, kepatutan, kepantasan semua kearifan lokal bangsa ini yang diwariskan para leluhur negeri ini mulai terabaikan.

Kalau kondisi carut marut ini terus dibiarkan oleh pemerintah dan kita semua, maka citra buruk perpolitikan bangsa akan terus tergerus dengan berbagai manuver-manuver oknum politisi yang selalu menutupi syahwat partainya, yang bersifat pragmatis dalam berburu kekuasaan.

Dan terkadang mengabaikan kepentingan rakyat yang diwakili, transaksi dan bisnis politik menjadi pilihan maka pada saat yang bersamaan mereka sebenarnya sudah “kehilangan akal sehat”.

Solusinya, perlu sipakainge “perguruan tinggi harus hadir, harus tampil mengawal moralitas politik” merumuskan arah pembagunan demokrasi dan politik bangsa ini, rakyat Indonesia butuh edukasi politik agar roh dan semangat persatuan dan kesatuan, Bhineka Tunggal Ika dapat terselamatkan di masa depan.

Jangan sampai Negeri Indonesia suatu saat tidak lagi ada di peta dunia, tapi sudah berkeping keping jadi banyak negara seperti negeri negeri pecahan Uni Soviet di masa lalu…semoga tidak…jawabannya ada pada kita semua.

Salam Bermartabat

Penulis: Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Dr Abd Rasyid Masri.
Editor: Kink Kusuma Rein

Rekomendasi Berita

Baca Juga