Polisi: Bocah Korban Penyekapan Tolak Akui Tersangka sebagai Ibu Kandungnya

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono. (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali)
images-ads-post

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Reserse Kriminal Polrestabes Makassar berupaya memastikan hubungan darah antara tersangka penyekapan, Meilania Detaly alias Mey alias Memey (31) dengan tiga korban yang merupakan anak di bawah umur.

“Saat ini kami berupaya berkoordinasi dengan Labfor terkait masalah pemeriksaan DNA ketiga korban dengan tersangka untuk memastikan apakah anak kandung atau bukan,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono yang ditemui di ruangannya, Rabu (19/9/2018).

Wirdhanto menjelaskan, ada perbedaan keterangan antara korban yang tidak mengakui tersangka sebagai ibu kandungnya.

Sedangkan tersangka menjelaskan ke penyidik bahwa anak berinisial AW dan FN adalah anak kandungnya. Sementara si bungsu DV bukan anak kandung.

“Dari saksi korban mengatakan bahwa tersangka bukan ibu kandungnya. Namun demikian, kami akan terus mendalami dari dokumen yang ada,” katanya.

Selain itu, Wirdhanto menjelaskan pihak penyidik juga melakukan upaya lain seperti bepenelusuran dokumen yang berkaitan dengan identitas asli korban.

“Apabila ada orang tua kandung dari ketiga korban ini, kami akan menunggu (laporan) dan kami akan konfirmasi lebih lanjut dengan tes DNA,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Memey menyekap tiga orang anaknya yang masih di bawah umur, yakni AW alias OW berusia 10 tahun, FN alias US berusia 5 tahun, serta DV berusia 2 tahun.

Ketiganya pun satu persatu berhasil meloloskan diri pada Minggu (16/9/2018) malam.

Sebelumnya, Memey diamankan setelah secara sukarela menyerahkan diri ke pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anakb Dinas PPA Kota Makassar, di Jalan Anggrek, Kecamatan Panakukang, Senin (17/9/2018).

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan