Sarah “Si Doel Anak Sekolahan” Besuk Bocah Korban Penyekapan di Panakkukang

images-ads-post

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kasus penyekapan terhadap tiga anak di bawah umur di Panakkukang terus menyita perhatian sejumlah kalangan. Termasuk artis yang populer pada era 90-an, Cornelia Agatha.

Artis cantik yang berperan sebagai Sarah dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu menyambangi tempat anak korban penyekapan yakni di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), di Jalan Anggrek Raya, nomor 11, kota Makassar, Selasa (25/9/2018).

Cornelia mengaku datang atas dasar inisiatifnya sendiri. Ia beralasan ingin mendedikasikan dirinya untuk anak-anak, membantu anak-anak Indonesia terhindar dari kekerasan.

“Saya ingin bantu anak-anak dari masalah-masalah kekerasan. Saya ingin membantu semua anak dimanapun mereka berada agar terhindar dari kekerasan,” ujar Cornelia, di kantor P2TP2A, Selasa (25/9/2018).

“Saya datang ke sini ingin mempelajari bagaimana alur kasus ini. Karena saya juga sedang melanjutkan pendidikan advokat. Tujuan saya mau kuliah lagi memang untuk mendedekasikan diri saya untuk anak-anak, karena melihat kasus kekerasan terhadap anak, membuat hati saya hancur, terus terang saya membaca berita terkait kasus ini, saya sedih banget. karena sebenarnya banyak banget anak yang mempunyai pengalaman hal-hal serupa yang mungkin sampai sekarang belum terungkap,” tambahnya.

Cornelia pun mengapresiasi penanganan pihak terkait dalam menyelesaikan kasus ini, terutama penanganan terhadap para korban.

“Saya bersyukur mereka sekarang bisa aman dan jatuh ke tangan orang-orang baik, supaya mereka bisa tumbuh berkembang dengan semestinya karena itu memang hak mereka,” ujarnya.

“Saya tinggal nunggu nanti gimana kelanjutannya beritanya. Mengenai kasusnya ini, saya juga ingin mengikuti persidangannya nanti untuk saya juga belajar. Saya akan kembali lagi untuk mengikuti persidangan,” imbuh Cornelia.

Terakhir, Cornelia turut mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan kekerasan terhadap anak. Bahwah setiap anak-anak yang kita temui adalah anak-anak kita.

Jika ada kasus-kasus di tetangga atau depan mata kita seorang anak yang mengalami kekerasan, jangan diam saja.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan