Akal Bulus Pria Ini Ajak Istrinya “Digoyang” Pria Lain

777
Hotel Oval Surabaya. (Int)

SULSELSATU.com, SURABAYA – Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur telah menetapkan EH, tersangka kasus bisnis prostitusi pesta seks tukar pasangan alias swinger.

EH yang menjadi otak dari kasus ini bahkan mengajak istrinya DW (15) untuk dinikmati pria lain yang menjadi pelanggannuya.

Baca juga: Tiga Pasutri Diamankan karena Pesta Seks Tukar Pasangan

Namun tidak semua transaksi DW mau diajak EH. Sekali waktu DW juga menolak, biasanya jika DW merasa tak nyaman dengan pasangan suami istri yang terjerat rayuan EH. Bila sudah begitu, EH biasanya melakukan beberapa cara dan bertahap agar istrinya itu mau. Bila tidak berhasil, kesepakatan swinger dengan pelanggan dibatalkan.

Baca juga: Polisi Akan Periksakan Kejiwaan Pasutri Pesta Seks Tukar Pasangan

Selain swinger, tersangka juga menawarkan istrinya untuk melayani pelanggan berhubungan intim dengan dua pria atau three some. “Swinger akan atau tidak dilakukan tersangka jika istrinya mau atau tidak,” kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Festo Ari Permana, kepada wartawan di Markas Polda Jatim, Surabaya, Rabu (10/10/2018).

Baca juga: Fenomena Matahari Kembar Empat Muncul di Kepri

Festo menjelaskan, EH menawarkan jasa three some dan swinger melalui akun twitter bernama @ekodok87 atau @pasutri94. Di akun abal-abal itu pula tersangka mencantumkan nomor WhatsApp dan memperoleh direct message atau DM. Untuk memancing pelanggan, video-video three some dan swinger diunggah. Foto istrinya juga dipajang.

Jika ada yang berminat, komunikasi berlanjut di WA atau DM. Festo menjelaskan, kepada peminat, tersangka EH menawarkan dua layanan fantasi seksual, yakni swinger soft. Layanan ini adalah pesta seks lebih dari dua pasutri di satu kamar. Layanan kedua adalah swinger hard, yakni berhubungan intim dengan cara bertukar pasangan, juga di satu kamar.

Tersangka membuat syarat kepada calon pelanggan, yakni harus pasutri sah, karenanya diminta membawa buku nikah. Setelah berkomunikasi dengan calon pelanggan, tersangka kemudian berdiskusi dengan istrinya. Jika istrinya tidak mau, transaksi batal. “Jika istrinya mau, biasanya dilakukan pertemuan terlebih dahulu,” kata Festo.

Bersama sang istri, tersangka kemudian bertemu pasutri calon pelanggan di sebuah tempat makan. Usai makan bareng, biasanya tersangka mengajak karaoke. Alasannya, untuk menemukan chemistry, termasuk menumbuhkan hasrat si istri. “Semua yang mengendalikan tempat dan waktunya tersangka EH,” ucap Festo.

EH mengaku membuat akun abal-abal layanan three some dan swinger sejak 2015. Dia sudah melayani pelanggan delapan kali. Dari pelanggan, EH menerima uang Rp750 ribu hingga Rp1 juta. “Uang itu dipakai sewa kamar dan lainnya, sisanya saya kasihkan ke istri,” katanya.

Hingga akhirnya polisi menggerebek EH dan DW saat melakukan swinger bersama dua pasutri asal Sidoarjo di sebuah hotel di Kota Surabaya pada Minggu malam, 7 Oktober 2018. Saat digerebek, istri tersangka, DW, tengah hamil delapan bulan. Tersangka EH dijerat dengan Pasal 296 dan atau 506 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Editor: Hendra Wijaya

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

NasDem Yakin Masuk Tiga Besar, 100 Kursi di DPR

SULSELSATU.com, JAKARTA - Partai NasDem kian optimistis menatap Pemilu...

Amar Ungkap Efek Prabowo-Sandi Untungkan Caleg Gerindra di Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kota...

Polres Jeneponto Gelar Apel PAM dan Simulasi Jelang Pemilu 2019

SULSELSATU.com,JENEPONTO - Polres Jeneponto menggelar apel pengamanan Pemilu 2019...

Baca Juga