TOKOH: Cerita Rasyid Masri, Ingin Jadi Camat hingga Raih Gelar Profesor hanya 4 Bulan

301
Rasyid Masri. (Ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekali pergi bawa pulang dua gelar. Demikianlah kiat Rasyid Masri muda hingga raih gelar guru besar alias profesor UIN Alauddin Makassar sejak 1 September 2018 lalu.

Rentetan gelar akademik

Rasyid Masri hampir melewatkan seluruh waktunya dengan belajar dan mengajar. Ia tumbuh dengan “debu” buku dan “noda” tinta pena. Ia tertempa dengan hiruk-pikuk dunia pendidikan.

Bayangkan, jika dituliskan, dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) itu kini bernama lengkap Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri, S.Ag, M.P., M.Si, M.M.

Kurang lebih 5 bulan raih gelar profesor

Rasyid sendiri berhasil mendapat predikat guru besar dalam bidang Sosiologi Komunikasi di UIN Alauddin Makassar. Luar biasanya lagi, ia mendapatkan gelar profesor tersebut hanya dalam jangka kurang lebih 5 bulan sejak pertengahan April hingga 1 September 2018 lalu. Padahal, sejumlah pendahulunya butuh waktu 4-5 tahun untuk mendapatkan gelar yang sama.

“Gelar itu luar biasa karena itu akan menjadi motivasi dan spirit intelektual, meningkatkan kredibilitas, membangun keilmuan yang lebih bagus,” ujar Rasyid saat disambangi Sulselsatu.com di ruang kerjanya.

“Setiap tahun harus ada terbit, tanggung jawabnya besar, karena ia harus diteladani oleh dosen-dosen dengan masyarakat,” ujarnya lagi.

Namun, tidak banyak yang tahu bagaimana kerja keras Rasyid Masri. Rentetan gelar itu sendiri sebenarnya adalah topeng dari perjuangan panjangnya di dunia pendidikan.

Pindah sekolah

Sejak kecil, Rasyid sudah cukup terbiasa melewati jenjang pendidikan yang tidak lazim. Memulai sekolahnya di Kabupaten Gersik, Surabaya, ia yang belum tamat SD harus ikut orang tua kembali ke kampung halamannya di Desa Ara, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Rasyid kecil pun melanjutkan sekolahnya di sana.

Cita-cita jadi camat

Saat di kampung halamannya itulah, Rasyid kecil mengaku hendak menjadi seorang camat.

“Saya itu cita-cita mau jadi camat waktu saya SD. Karena kalau pak camat betul-betul seperti presiden di kecamatan, dipotongkan ayam kalau datang,” kenang dia.

Namun motivasi hidupnya di dunia pendidikan membuat Rasyid Masri tertantang untuk dapat bernilai lebih, terutama terhadap masyarakat.

Ketua organisasi kampus dan masyarakat 

Rasyid pun tak henti-hentinya meraih prestasi. Sejak SMA hingga kuliah, ia kerap kali diamanahi menjadi seorang pemimpin. Mulai dari ketua remaja masjid, ketua dewan mahasiswa, ketua HMI Cabang Kendari, ketua LP2M UIN Alauddin Makassar, hingga kini ia menjabat sebagai dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi di universitas bertajuk kampus peradaban.

Selain itu, ia juga kerap meraih peringkat satu sejak di bangku sekolah hingga menjadi juara umum di tingkat SMA. Bahkan saat meraih program doktor, Rasyid dianugerahi gelar doktor terbaik di angkatannya.

Kuliah di sejumlah kampus

Tidak hanya itu, selama mengenyam pendidikan starata satu, magister, hingga program doktor, ia selalu memiliki kampus lebih dari satu.

“Lanjut S2 saya ambil ilmu sosiologi di UNM. Saya merangkap S2 Komunikasi di Unhas, dari situ saya ambil S3 doktor di UNM,” ucapnya.

Dahsyatnya doa ibu

Namun, bagi Rasyid Masri, doa orang tua khususnya doa ibu adalah kunci dibalik apa yang telah diraihnya.

“Orang tua sudah pasti ibu. Saya minta didoakan jadi profesor, profesor terbit tercepat (5 bulan),” ujarnya.

“Biasanya 4 tahunan meraih gelar itu, saya anggap itu adalah doa orang tua saya, ibu saya masih hidup, aji (ayah) saya itu sejak saya mahasiswa dia sudah meninggal,” pungkasnya.

Keluarga:
Istri: Hj Andi Nurmiati Patongai.SE, MM,
Kabag Keuangan UIN Alauddin Makassar

Anak:
Andira Ratu Nur Rasyid (Semester VII Fakultas Kedokteran UMI Makassar)
Andita Tahta Nur Rasyid (Kelas III SMP 1 Sungguminasa, Gowa)

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Hendra Wijaya

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Bertemu Aliyah, Kades Bontomangape Keluhkan Pencabutan Insentif PPKBD

SULSELSATU.com, TAKALAR - Karunia Ramli, selaku Pelaksana Tugas (Plt)...

Surya Paloh Imbau Warga Maksimalkan Hak Pilihnya

SULSELSATU.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengimbau...

PDAM Parepare Butuh Rp30 Juta untuk Suplai Air ke Pegunungan, Tetapi

SULSELSATU.com, PAREPARE - Menanggapi krisis air di Kota Parepare,...

Baca Juga