Peneliti Temukan Cara Baru Agar Kondom Bisa Basah secara Otomatis

79
Ilustrasi. (Int)

SULSELSATU.com – Sebuah tim peneliti seperti dilaporkan Scient Alert menciptakan sebuah kondom yang bisa basah sendiri saat digunakan bercinta. Karya ini sudah dipublikasikan di Open Science.

Tim peneliti ini menggunakan sebuah lapisan unik yang berpotensi mengurangi rasa sakit akibat gesekan saat bercinta dan meningkatkan kepuasan.

Kondom lateks yang banyak digunakan sekarang memang memiliki banyak kelebihan, seperti memberi perlindungan efektif, murah, dan mudah digunakan. Namun kondom lateks juga menyebabkan terjadinya gesekan menyakitkan pada penggunanya.

Gesekan itu bisa membuat banyak masalah, misalnya rasa tidak nyaman hingga kejadian bocornya kondom. Bahkan dilaporkan juga bahwa kondom lateks membuat rasa nikmat saat berhubungan berkurang, membuat pria dan perempuan merasa “turn off” saat menggunakannya.

Sebelumnya, pada 2008 pernah ada survei yang menemukan bahwa 77 persen pria dan 40 persen perempuan mengaku bahwa kondom membuat seks terasa kurang nikmat dan membuat rasa tidak nyaman.

Dilaporkan bahwa hal itu merupakan alasan nomor satu kenapa banyak orang memilih untuk menghindari pakai kondom. Sayangnya hal ini meningkatkan risiko kehamilan tak direncanakan dan juga penyebaran penyakit seksual.

Sejauh ini memang belum ada solusi untuk mengatasi masalah kondom bikin seks tidak enak. Bahkan penggunaan cairan lubrikasi bersama kondom lateks pun tidak banyak membantu.

“Lubrikasi personal bisa meningkatkan kenikmatan pengguna kondom pria dengan mengurangi gesekan dan memberikan sensasi licin,” jelas tim peneliti.

“Namun, cairan lubrikasi memiliki kekurangan, yaitu menghilang karena bercampur dengan cairan tubuh dan juga karena gerakan berulang,” tambah mereka.

Kondom yang bisa basah sendiri buatan tim peneliti ini dapat memberi alternatif dari masalah tersebut. Jadi kondom ini memiliki lapisan tipis polimer hidrofilik yang melapisi kondom lateks biasa.

Polimer ini memiliki ketertarikan pada molekul air dan mudah larut. Artinya ketika lapisan mengalami kontak dengan permukaan yang basah, mereka akan menjadi sangat licin untuk dipegang.

Peneliti menyebut temuan mereka dengan sebutan “lubricious surface treatment technique”. Teknik ini membuat adanya ikatan kimia yang kuat antara pelumas dan lateks. Artinya, lapisan tidak akan mudah hilang dan akan terus memberikan tingkat gesekan yang rendah secara konsisten.

Ditemukan juga bahwa teknik ini tidak melemahkan kekuatan lateks dalam menjaga keamanan seks. Bahkan dalam riset para peserta yang diminta untuk membandingkan kondom baru ini dengan kondom lama merasa kondom baru lebih memuaskan.

“Hasil survei menunjukkan bahwa kondom licin ini bisa digunakan dan bisa meningkatkan penggunaan kondom di masyarakat yang biasanya tidak menggunakannya,” kata para peneliti.

Hasil penemuan ini dibiayai oleh Bill and Melinda Gates Foundation yang telah memulai pendanaan pengembangan “next generation condom” sejak 2013.

Menurut yayasan tersebut, jika temuan yang tepat bisa didapat maka akan besar manfaatnya bagi kesehatan global dalam hal mengurangi kehamilan tidak direncanakan dan juga infeksi HIV.

Editor: Hendra Wijaya

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Tak Hanya Gerindra, Caleg PKS Ini Rasakan Efek Positif Prabowo-Sandi

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Efek positif Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno...

Bawaslu Jeneponto Lantik 1.101 Pengawas TPS

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Bawaslu Jeneponto melantik 1.101 Pengawas Tempat...

Forum Perangkat Daerah Sinjai Rakor Penyusunan RKPD

SULSELSATU.com, SINJAI - Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang...

Baca Juga