Petrus Bala, Peracik yang Sudah Melayani Sembilan Wali Kota Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Silih berganti tamu datang dan dilayani Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di ruang kerjanya di Balaikota Makassar, silih berganti pula makanan dan minuman yang tersaji di meja tamu.

Aneka macam tamu dengan jumlahnya yang variatif memasuki ruangan tamu Wali Kota, kebersihan tetap terjaga dan semua orang merasa nyaman, apa lagi menu makanan dan minuman yang disajikannya. Meski sajian ringan, seperti teh, kopi dan aneka pegangan tapi yang meraciknya bukan orang sembarang.

Dia adalah Petrus Bala, Staf Bagian Umum dan Rumah Tangga Pemkot Makassar yang diperbantukan di ruang Wali Kota. Dia sudah bertugas sekitar sekitar 33 tahun yang artinya sudah melayani sembilan Wali Kota, termasuk dua pelaksana tugas.

Pejabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono pun takjub dan terpikat dengan kopi Toraja racikan Petrus saat berkunjung ke Balaikota. Saking mantapnya sajian kopi itu, Soni penasaran akan sosok si Petrus. Akhirnya keduanya bersua dan sempat berfoto bersama pada 14 Mei 2018 lalu.

Petrus Bala, lahir di Pinrang 2 Oktober 1962. Sejak kecil ia menyukai dunia kuliner. Sebelum menjadi abdi negara di pemkot Makassar, Petrus pernah menjadi pelayan selama empat tahun di restoran Bambuden, Jalan Gunung Latimojong, Makassar.

Berbekal kelihaiannya melayani dan menyuguhkan makanan serta minuman. Petrus langsung dijadikan sebagai pelayan walikota saat mengajukan diri sebagai tenaga harian lepas pemkot tahun 1985.

Setahun kemudian, yakni tahun 1986, Petrus Bala diangkat oleh negara sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Selama 33 tahun melayani, tiga Wali Kota yang memiliki kesan tersendiri di hati Petrus. Malik B. Masry misalnya, Petrus mengaku keluarganya dimanjakan dengan beragam makanan sehat yang tidak mampu ia dibeli pada saat itu.

“Pak Malik selalu kasi saya Sunkis dan Apel, buah begitu dulu langka, buahnya orang kaya, pertama kali saya cicipi itu buah dari Pak Malik,” kata Petrus.

Menurut dia, Pak Malik sebagai sosok yang, ramai namun tegas, di era Malik B Masry, pegawai kerap mendapat hukuman lari keliling kompleks Balaikota saat terlambat mengikuti upacara bendera. Alih-alih duduk tenang di ruangan usai memberi hukuman, Malik B. Masry justru ikut berlari bersama pegawai yang dihukum tersebut.

“Disiplinnya itu yang saya sangat ingat, suka hukum pegawai tapi sangat ramah, selalu bercanda, suka pesan makanan aneh-aneh, ikan mujair, soto banjar pakai leher ayam , padahal ikan mujair ini terkenal sebagai ikan empang, mau-maunya beliau makan,” ujar Petrus sambil tertawa mengingat kenanangannya dengan Malik B Masry.

Selain Malik, Petrus juga sangat terkesan dengan H Amiruddin Maula. Petrus melihat Amiruddin sebagai sosok pemimpin yang tidak banyak permintaan. Setiap pagi Amiruddin hanya ingin disuguhkan teh panas. Demikian pula dengan makanan, selama melayani Amiruddin Maula, hanya dua jenis makanan yang selalu dipesan.

“Ayam goreng sulawesi sama Baronang Labbakkang, sekali-kali Paria Kambu, itu terus yang beliau makan sampai selesai jadi walikota,” katanya.

Dibalik sosoknya yang pendiam, Amiruddin punya perhatian lebih ke Petrus. Petrus mengaku kerap ditawari menjadi lurah. Setiap kali ditawari, dengan sikap sesantun mungkin, Petrus menolak tawaran tersebut.

“Pertama, kepangkatan saya belum sampai di situ, kedua, ruangan ini saya anggap sebagai rumah saya, berat rasanya saya tinggalkan tempat ini,” ujarnya.

Walikota terakhir yang paling berkesan di hatinya adalah Ilham Arif Sirajuddin, setiap bulan ramadan, ia diminta menemani IAS jogging di Karebosi sambil menunggu waktu buka puasa.

“Setiap bulan ramadan, 1 bulan penuh, beliau ajak saya ngobrol, bercanda sampai curhat-curhatan. Sangat merakyat, sampai-sampai setiap hari ruangan kerjanya ramai, kakaknya pernah bilang ruangannya bukan kantor tapi pasar saking ramainya, bahkan orang gila saja beliau masih terima,” kata Petrus.

Di hati teman-teman sekantornya, Petrus dikenal sangat baik dan humoris. Latif, teman pertama Petrus di Balaikota menuturkan, Petrus sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaan. Ketidakhadiran dia selama bekerja di Balaikota bisa dihitung jari.

“Selalu melucu, anak-anak di sini (pegawai) tidak tegang bekerja. Baik, jujur dan sangat bertanggung jawab terhadap kerjaan, alfanya juga bisa dihitung jari padahal sudah puluhan tahun bekerja” kata Latif.

Kesibukannya melayani walikota, tidak mengurangi aktivitas sosial Petrus. Saat ini ia tercatat sebagai Pengurus Kerukunan Batu Tallu Simbuang Mappaq Korwil Pampang.

Petrus menyebut 4 tahun lagi masa pengabdiannya sebagai pegawai negeri sipil akan berakhir. Ia memiliki keinginan untuk menikmati separuh masa pensiunnya di kampung halamannya Pinrang untuk mengirup udara segar.

Namun kecintaannya terhadap pekerjaannya tidak akan luntur meski telah pensiun. Usai menikmati udara segar di kampungnya, Petrus berencana akan kembali mengajukan permohonan ke negara untuk menjadi pegawai kembali meskipun telah pensiun.

“Kalai bisa, saya di sini saja terus, sudah nyaman di sini, anak-anak (pegawai) di sini sudah seperti keluarga saya,” ucap Petrus.

Penulis : Mawar A. Pasakai
Editor: Azis Kuba

Populer

Pengacara Bakal Laporkan Dollah Mando ke Mendagri Soal Kades Talawe

SULSELSATU.com, SIDRAP - Aktivis Sidrap, Mattau dan pengacara Kades Persiapan Talawe bakal melaporkan Bupati Sidrap Dollah Mando ke Mendagri Tjahjo Kumolo. “Rencana pekan depan kami...

ACC Sulawesi: Rp3,2 Miliar Gaji Kades di Sidrap Dikorupsi Pejabat

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Anti Corruption Commite (ACC) Sulawsi merilis dugaan korupsi di Kabupaten Sidrap. Adalah gaji 68 kepala desa dan perangkatnya yang diduga dikorupsi...
video

VIDEO: Penjagal Hewan Kurban Meninggal Dunia di Atas Sapi yang Siap Disembelih

SULSELSATU.com - Ritual penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha kemarin, Ahad (11/8/2019) menyisakan kisah pilu bagi sebuah keluarga di Cimahi. Asep Hadad, pria yang semula...

Polisi Asal Barru yang Diculik KKB Papua Ditemukan Tewas 

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Seorang anggota polisi asal Kabupaten Barru, Sulsel bernama Briptu Hedar ditemukan tewas di Kampung Mudidok Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8/2019). "Pukul 15.30...

Unhas Didesak Tarik Prof Yusran dari TGUPP

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Alumni Fakultas Ekonomi Unhas, Mulawarman mendesak Rektor Unhas untuk segera menarik Prof Yusran dari Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP)....

Mirip Cara Pemerintahan NA, Advokat Minta Legislator Seret Dollah Mando ke DPRD

SULSELSATU.com, SIDRAP - Advokat asal Sidrap, Sari Juwita Mustafa meminta legislator di daerahnya untuk menyeret Dollah Mando ke DPRD. Hal ini disampaikan Ita sapaan akrab...

Efek PSM Juara, Satu Grobak Buroncong Dekat Stadion Digratiskan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Tidak lama setelah tim PSM Makassar memastikan gelar juara Piala Indonesia 2019, satu grobak kue buroncong langsung digratiskan kepada suporter yang...

Polisi Tangkap 9 Orang Pasca Penyerangan Lokasi Nobar PSM di Jakarta

SULSELSATU.com, JAKARTA - Aparat Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan sembilan orang yang diduga melakukan aksi penyerangan ke Kafe Komandan, Tebet, Jakarta Selatan, yang menjadi...

GALERI FOTO: Jaringan Offline, Tes SKD Cat Tertunda

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Ribuan peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menunggu panggilan masuk tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) atau Tes Kompetensi Dasar berbasis sistem...
Berita Terkait

Baca Juga

Rekonsiliasi KPK Selamatkan Aset Daerah Hingga Rp3 Triliun

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, mendampingi Tim Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam Rekonsiliasi Aset Pendanaan, Personil, Prasarana,...

Sampah Plastik Ancam Populasi Ikan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Gerakan Menghadap ke Laut yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI diharapkan bisa menyadarkan masyarakat akan kebersihan laut. Pasalnya, saat ini...

Pemain MU Dilarang Beri Tanda Tangan ke Fan

SULSELSATU.com - Manchester United mengeluarkan larangan bagi pemain untuk memberi tanda tangan kepada fan di depan tempat latihan skuat The Red Devils di Carrington. Dikutip...

Penerima Remisi di Rutan Masamba Dapat Standing Ovation dari Bupati Lutra

SULSELSATU.com, LUTRA - Luar biasa penampilan perwakilan warga binaan yang mendapat remisi HUT Kemerdekaan RI di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Masamba Kecamatan Mappedeceng,...

Terbaru

Bupati dan Ketua DPRD Sinjai Teken Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2019

SULSELSATU.com, SINJAI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sinjai menggelar rapat paripurna dalam rangka penandatangan nota kesepakatan dengan Pemkab Sinjai terhadap perubahan nota kebijakan...

Jelang Verifikasi Kabupaten Sehat, Pemkab Selayar Gelar Rakor

SULSELSATU.com, SELAYAR - Pemkab Selayar menggelar rapat koordinasi jelang verifikasi Kabupaten Sehat 2019. Rapat ini digelar di ruang pimpinan Kantor Bupati Selayar, Senin (19/8/2019). Rakor...

Caleg Terpilih DPRD Makassar yang Terlibat Narkoba Ternyata Eks Pengacara Kijang

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Caleg terpilih DPRD Makassar berinisial RTQ yang ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Makassar karena kasus narkoba ternyata bekas pengacara bandar sabu 3.4 kilogram,...

VIDEO: Seorang Pelajar Diduga Tenggak Miras di Kelas Saat Guru Sedang Mengajar

https://www.facebook.com/sulselsatuberita/videos/735258313569900/?t=7 SULSELSATU.com - Aksi seorang pelajar diduga tenggak miras di kelas menjadi viral di media sosial, pada Selasa (20/8/2019). Diketahui, video pelajar diduga minum miras di...
video

VIDEO: Mengapa Lucas Harus Dibebaskan? Berikut 12 Fakta Hukumnya

SULSELSATU.com - Berikut fakta hukum yang terungkap dalam persidangan, sehingga Majelis Hakim harus membebasan Advokat Lucas. Video Editor: Andi Hermanto