TOKOH: Adi, Pahlawan Keluarga Saat Gempa Donggala

88
Adi Pratama Negara. (Sulselsatu/Asrul)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gempa yang mengguncang Donggala, Palu Provinsi Sulawesi Tengah dan sekitarnya beberapa waktu lalu, menyisakan trauma mendalam khususnya bagi keluarga Adi Pratama Negara.

Betapa tidak, Adi menceritakan batapa sulitnya menjadi seorang ayah, ketika musibah terjadi dan meluluhlantakkan wilayah Palu dan Donggala.

Laki-laki dua anak ini, menguraikan bagaimana detik-detik gempa tiba-tiba datang mengguncang tiga daerah dan disusul dengan tsunami di Sulteng.

“Saya bersyukur saat gempa terjadi, tapi saat itu saya tidak pernah berhenti berzikir dan beristighfar terus. AllahuAkbar, AllahuAkbar, AllahuAkbar,” cerita Adi sembari menggemakan takbir.

Saat gempa terjadi, Adi Pratama langsung bergegas mengambil kedua anaknya. Dalam pelariannya dari rumah menuju salah satu bukit terdekat, Adi sama sekali tidak merasakan kelelahan dan sakit sedikitpun, sebab yang ada dalam pikirannya bagaimana keluarganya terselamatkan.

“Saya tidak perduli dengan rasa sakit dan capek ketika itu, tapi ternyata setelah sampai di bukit dengan jarak kurang lebih 5 kilometer dari rumahku, ternyata anak kedua saya tidak ada di tempat,” ujarnya.

Tanpa menunggu lama, Adi Pratama langsung meminjam sepeda motor milik keponakannya, untuk kembali menyisir sepanjang jalan raya, yang berbatasan dengan laut.

“Saya tidak peduli dengan air yang sudah mulai naik, yang ada dalam pikiran saya, bagaimana saya mendapatkan anak saya. Tapi sesampainya saya dipenghujung jalan tidak menemukan apa-apa. Dengan penuh semangat saya menyeberang di bukit sebelah berharap anak saya mengikuti keponakan saya yang lainnya,” katanya.

Adi mengatakan ia berteriak memanggil anaknya yang bernama Gibran, namun tak ada suara balasan.

Adi sempat pasrah dan berpikir bahwa dirinya akan mati dalam perjalanan pencarian sang buah hatinya itu.

Nasib baik berpihak, setelah menenangkan diri, ia berteriak sekali lagi, memanggil nama anaknya, Gibran.

“Alhamdulillah, anak saya membalas teriakan, saya tak henti-hentinya bersyukur, terima kasih ya Allah,” tuturnya.

Adi Pratama langsung bergegas, menyalakan motornya dan membawa anaknya untuk bertemu dengan sang istri di bukit sebelah, yang jaraknya 4 kilometer dari tempatnya saat itu.

Sesampainya di bukit sebelah di mana anak pertama dan istrinya berada. Adi langsung memeluk dengan erat keluarganya.

“Sekitar satu jam saya terpisah dengan Gibran, tapi Alhamdulillah ketemu,” katanya.

Meski begitu, Adi yang tercatat sebagai calon legislatif (Caleg) di Donggala, tetap akan kembali ke daerah asalnya itu, untuk membawa bantuan ke sanak saudaranya yang menjadi korban.

“Saya asli Donggala, lahir dan besar di sana. Akan tetap kembali ke sana. Alhamdulillah teman-teman di Makassar memberikan bantuan, itu yang akan saya bawa ke sana untuk disalurkan,” kata dia.

Penulis: Asrul
Editor: Kink Kusuma Rein

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Surya Paloh Imbau Warga Maksimalkan Hak Pilihnya

SULSELSATU.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengimbau...

PDAM Parepare Butuh Rp30 Juta untuk Suplai Air ke Pegunungan, Tetapi

SULSELSATU.com, PAREPARE - Menanggapi krisis air di Kota Parepare,...

ABM Makin Kencang di Toraja, Banyak Komunitas Alihkan Dukungan

SULSELSATU.com, TORAJA - Dukungan sejumlah komunitas di Toraja, termasuk...

Baca Juga