iklan Kareba Parlementa

Goda Istri Orang, Sorang Paranormal Tewas di Ujung Celurit

Iklan Humas SulSel

SULSELSATU.com, PATI – Seorang paranormal tersohor di Desa Brati, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. tewas diujung celurit karena menggoda istri orang.

Peristiwa itu berawal ketika Sugiyanto yang belakangan diketahui sebagai paranormal kondang di daerahnya itu didatangi klien yang diantar putrinya, Indah Lestari, sekitar enam bulan lalu. Setelah pertemuan tersebut, Sugiyanto disebut kerap menggoda Indah. Padahal, meski masih berusia 27 tahun, Indah sudah bersuami.

Iklan Humas SulSel

Mengetahui istrinya kerap digoda pria lain, suaminya Dwi Sulistyo (27), warga Desa Gabus, Kecamatan Gabus, Pati, Jateng tak terima. Puncaknya terjadi Kamis (18/10/2018), tatkala Sugiyanto untuk kali kesekian mencoba menelepon Indah.

Saat menelepon, Sugiyanto sempat mengancam Indah akan menghabisi seluruh isi rumahnya jika menolak keinginannya. Kamis tengah malam itu, panggilan menelepon berulang kali Sugiyanto akhirnya dijawab Indah dengan menghidupkan pengeras suara untuk didengar bersama suaminya.

Iklan Anir - Lutfi

Dwi Sulistyo lalu mempersilakan Sugiyanto untuk datang ke rumahnya jika memang nekad dengan kehendaknya.

“Korban juga sempat menantang tersangka,” ungkap Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti yang didampingi Kasatreskrim AKP Yusi Andi di Pati, seperti dikutip Suara dari Antara.

Perbincangan panas antara Dwi dan Sugiyanto itu berakhir dengan kesepakatan keduanya untuk bertemu di depan SMP Negeri 1 Gabus, Kecamatan Gabus, Pati, Jateng.

“Korban justru balik menantang, jika tersangka memang laki-laki diajak untuk datang menemui korban di depan SMPN 1 Gabus yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP),” ujarnya.

Dwi yang saat itu membawa sepeda motor bersama salah seorang temannya akhirnya menuju ke SMPN 1 Gabus untuk menemui Sugiyanto. Dwi yang menyimpan amarah kepada Sugiyanto, tanpa pikir panjang langsung menyerang dengan senjata tajam berupa celurit yang dipersiapkannya dari rumah saat keduanya bertemu di lokasi yang mereka sepakati.

Sugiyanto sempat melawan dan menghindar. Namun, karena lehernya terluka akibat sabetan senjata tajam, lelaki yang berusia hampir separuh abad itu akhirnya terjatuh. Dwi Sulistyo lalu menyerang dengan membabi buta hingga sang paranormal nahas itu meninggal dunia.

Usai melampiaskan amarahnya dan melihat korban tidak berdaya, Dwi Sulistyo yang saat itu datang bersama seorang rekannya itu kemudian melarikan diri. Ia bersembunyi di tempat saudaranya di Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jateng.

Berbekal rekaman percakapan di telepon, polisi lalu menelusuri pelaku pembunuhan sadis tersebut. Pada hari Jumat (19/10/2018) pukul 08.00 WIB, Dwi Sulistyo akhirnya ditangkap di tempat persembunyiannya. Sedangkan seorang rekannya yang diajak hingga saat ini masih dalam pencarian.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sepeda motor milik korban dan senjata tajam jenis sabit yang digunakan tersangka. Kemudian dompet berisi sejumlah uang, ada juga helm. Diamankan pula sebuah bambu runcing milik korban.

Atas perbuatannya itu, pelaku pembunuhan itu dijerat dengan Pasal 338 KUHP subsidair Pasal 354 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Saya menyesal telah menghabisi nyawanya,” kata Dwi SulityoDwi yang saat itu membawa sepeda motor bersama salah seorang temannya akhirnya menuju ke SMPN 1 Gabus untuk menemui Sugiyanto.
Dwi yang menyimpan amarah kepada Sugiyanto, tanpa pikir panjang langsung menyerang dengan senjata tajam berupa celurit yang dipersiapkannya dari rumah saat keduanya bertemu di lokasi yang mereka sepakati.

Sugiyanto sempat melawan dan menghindar. Namun, karena lehernya terluka akibat sabetan senjata tajam, lelaki yang berusia hampir separuh abad itu akhirnya terjatuh. Dwi Sulistyo lalu menyerang dengan membabi buta hingga sang paranormal nahas itu meninggal dunia.

Usai melampiaskan amarahnya dan melihat korban tidak berdaya, Dwi Sulistyo yang saat itu datang bersama seorang rekannya itu kemudian melarikan diri. Ia bersembunyi di tempat saudaranya di Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jateng.

Berbekal rekaman percakapan di telepon, polisi lalu menelusuri pelaku pembunuhan sadis tersebut. Pada hari Jumat (19/10/2018) pukul 08.00 WIB, Dwi Sulistyo akhirnya ditangkap di tempat persembunyiannya. Sedangkan seorang rekannya yang diajak hingga saat ini masih dalam pencarian.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sepeda motor milik korban dan senjata tajam jenis sabit yang digunakan tersangka. Kemudian dompet berisi sejumlah uang, ada juga helm. Diamankan pula sebuah bambu runcing milik korban.

Atas perbuatannya itu, pelaku pembunuhan itu dijerat dengan Pasal 338 KUHP subsidair Pasal 354 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Saya menyesal telah menghabisi nyawanya,” kata Dwi Sulityo

Editor: Hendra Wijaya

Iklan PDAM
...

Populer

Debat Publik Hanya Dihadiri 1 Calon, Aktivis: KPU Barru Harusnya Malu

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barru baru saja melangsungkan Debat Publik seri kedua di Hotel Sheraton, Jalan Landak Baru, Kota Makassar,...

Artikel Lainnya

Real Madrid, Klub Seabrek Prestasi Lewati Sepertiga Musim Ini dengan Kekalahan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Real Madrid melewati musim 2019/2020 dengan sejumlah kekalahan....

Pertemuan Menteri-menteri ASEAN di Bangkok Diteror Bom ‘KW’

SULSELSATU.com, BANGKOK - Pertemuan menteri-menteri luar negeri Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara...

Jadi Pembicara Seminar Nasional ISI, NA Sampaikan Ini

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), menggelar malam ramah...

Sudirman Minta Pembayaran Pajak Tahunan di Samsat Pakai ATM

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berkunjung ke...

Bupati Wajo Hadiri Musrenbang RKPD Sulsel 2020

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Bupati Wajo DR.H.Amran Mahmud,S.Sos,.M.Si hadiri Musrenbang RKPD tahun...

Terkini

Pemkab Gowa Gelar Bimtek Pengelola LAPOR Kecamatan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Dalam rangka mensosialisasikan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik...

Appi-Rahman Unggul di Debat Kedua Pilwali Makassar, Ekonom Senior Hingga Sosiolog Sebut Programnya Solutif

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Sejumlah akademisi dan praktisi terang-terangan menyebut, Munafri Arifuddin-Abd...

Polres Jeneponto Masih Dalami Penyebab Kematian Bobi

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Bobi Karaeng Raja (48) ditemukan dalam keadaan meninggal...

Andika Eks Kangen Band Ajak Milenial Makassar Tidak Golput

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Event milenial Rabu Kotak-Kotak yang rutin digelar paslon...

Kreatif, Appi dan Rahman Main Film Juga, Viral di Medsos

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Kreatifitas Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali...