Siap-siap, WhatsApp Bakal Dibanjiri Iklan

Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Para pengguna WhatsApp bersiaplah menerima iklan di ponsel Anda. Platform pesan instan terpopuler itu memastikan akan menampilkan iklan di bagian ‘status’ pengguna.

Langkah ini dilakukan sebagai langkah awal Facebook untuk mulai mencari keuntungan dari perusahaan yang ia beli seharga Rp3,7 triliun (US$19 miliar) itu.

“Kami akan menaruh iklan di-‘Status’ yang akan menjadi model monetisasi pertama kami bagi perusahaan dan menjadi kesempatan bagi bisnis untuk menjangkau konsumen mereka di Whatsapp,” jelas VP Whatsapp, Chris Daniels dalam wawancara dengan Outlook India, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (1/11/2018).

Sejumlah media melaporkan bahwa layanan iklan di WhatsApp akan menggunakan sistem iklan yang dimiliki Facebook. Tujuannya agar pengguna lebih memahami layanan yang ditawarkan oleh bisnis tersebut dan berinteraksi dengan bisnis tersebut lewat WhatsApp.

Namun, Daniel tak memberi paparan lebih detil kapan iklan ini akan digelontorkan bagi penggunanya.

Saat ini WhatsApp memiliki 1,5 juta pengguna secara global. Dari total pengguna itu, Facebook menyebut bahwa saat ini terdapat 450 juta pengguna yang telah menggunakan fitur Status.

Fitur Status Whatsapp serupa dengan Stories milik Instagram. Pengguna bisa menaruh konten di fitur ini yang akan hilang dalam waktu 24 jam.

Sebelumnya, sudah beredar rumor kalau WhatsApp memang akan menaruh iklan di layanannya. Co-founder WhatsApp Brian Acton dikenal sebagai orang yang kerap menentang keputusan untuk menaruh iklan di layanan perpesanan itu.

Namun, Facebook tetap dengan keputusannya yang berujung pada keluarnya Acton dari perusahaan yang didirikannya itu.

Sebab, bagi para inisiatornya, WhatsApp memang dibangun dan menentang iklan ada di aplikasinya. Hal ini bahkan diterapkan pada blog Whatsapp di tautan ini. Mereka mencoba mendapat keuntungan dari biaya langganan Rp15 ribu yang dibayarkan pengguna tiap bulan.

Mereka menentang iklan sebab menurut mereka membuat penggunanya sebagai produk yang dijual ke pengiklan. Penjualan WhatsApp ke Facebook mengundang penyesalan bagi Acton.

Dengan menjual WhatsApp ke Facebook, belakangan ia merasa telah menjual privasi penggunanya. Masalah privasi yang dimaksud adalah tekanan dari Facebook yang ingin mengakses nomor telepon pengguna dan mempublikasikannya untuk membuat iklan bertarget menggunakan data pengguna.

Di beberapa forum teknologi, Android Police melaporkan bahwa pengguna tidak senang dengan keputusan WhatsApp ini dan akan beralih menggunakan layanan perpesanan lain. Sebagian pengguna lainnya lebih rela membayar biaya berlangganan US$ 1 (Rp15 ribu) perbulan ketimbang dibanjiri iklan.

Editor: Awang Darmawan