Protes Keras Saat Lawan PSM, Pelatih dan Pemain Persib Disanksi PSSI

Pemain PSM berhadapan pemain Persib pada laga Gojek Liga 1 putaran kedua di Stadion Andi Mattalatta, Jalan Cenderawasih, Makassar, Rabu (24/10/2018). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)
images-ads-post

SULSELSATU.com, JAKARTA – Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali menjatuhkan sanksi kepada Persib Bandung. Sanksi tersebut diberikan atas protes keras pelatih dan pemain Persib seusai bertanding melawan PSM Makassar di Liga 1 2018, 24 Oktober lalu.

Dalam putusannya, Oh Inkyun dianggap telah berkata tidak patut terhadap wasit. Atas pelanggaran tersebut, Inkyun diganjar sanksi denda sebesar Rp75 juta.

Pelatih Maung Bandung Mario Gomez juga terkena sanksi denda sebesar Rp50 juta usai aksinya masuk ke dalam lapangan dan dianggap melakukan protes yang berlebihan terhadap wasit.

Tak hanya dari tim senior, dari Tim U-19 Persib juga didenda Rp15 juta setelah adanya pelemparan botol oleh suporter ke dalam lapangan pada laga Persib U-19 melawan PS Barito Putera U-19 di Liga 1 U-19, 18 Oktober lalu.

Sementara itu, Mario Gomez sendiri mengatakan Maung Bandung bakal tetap fokus untuk mengejar kemenangan di sisa lima laga lagi di Liga 1.

“Kami harus menatap ke depan, dan berkonsentrasi penuh. Jangan pedulikan perolehan poin dari tim lain, yang penting kami harus menang di semua pertandingan hingga kompetisi ini selesai. Lalu kita tahu siapa yang akan menjadi juara,” kata Gomez dikutip dari situs resmi klub Persib.

Selain Persib, Komdis juga menghukum PSIS Semarang dengan teguran keras karena ada suporter yang meniupkan pluit pada laga kontra PS Tira, 17 Oktober. Sriwijaya FC juga didenda Rp80 juta karena pelemparam botol saat kontra PSMS Medan 18 Oktober.

Pemain Perseru Serui, Silvio Escobar mendapat teguras keras karena menolak perintah wasit untuk keluar lapangan pada laga kontrak PS Barito Putera, 19 Oktober lalu.

Dua pemain Barito Putera, Abdul Rahmad dan Renan Da Silva juga diganjar sanksi usai laga melawan PSM Makassar di Liga 1 2018, 19 Oktober 2018. Abdul disanksi larangan bermain sebanyak dua pertandingan, sedangkan Renan satu pertandingan.

Editor: Awang Darmawan