Harga Beras Meroket, Mentan Salahkan Pedagang

17
  • 27
    Shares
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Dok. Sulselsatu.com)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menuding ada permainan curang yang dilakukan pedagang beras terkait kenaikan harga beras di pasaran. Amran menyebut pedagang beras mengenakan harga premium untuk beras dengan kualitas medium.

Pihak Kementan telah mengambil beberapa sampel beras yang dijual dengan harga premium untuk dicek ke laboratorium. Hasilnya, kata Amran, terbukti hanya berkualitas medium.

“Makanya saya imbau saudara, jangan ubah kalau memang premium ya premium, medium ya medium,” ungkap Amran, seperti dilansir CNNIndonesia, Kamis (8/11/2018).

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57/M-DAG?PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras, harga eceran tertinggi (HET) beras berkualitas medium sebesar Rp9.450 per kilogram (kg) dan premium Rp12.800 per kg.

Melihat fenomena yang terjadi, Amran meminta satuan tugas (satgas) pangan untuk mengungkap kecurangan yang diklaim Amran telah merugikan masyarakat tersebut. Sejauh ini, Amran menyebut stok beras secara akumulasi dengan kualitas medium dan premium di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebanyak 50 ribu ton dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) sebanyak 2,7 juta ton.

Sementara, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso menyampaikan beras medium yang beredar di pasaran seharusnya sudah mencapai 60 persen. Namun, kenyataannya 80 persen beras justru berkualitas premium.

“Kami dari penyedianya mencurigai ada perubahan dari medium ke premium. Itu berdampak ke kelompok ekonomi bawah,” tutur Budi.

Kepala Satgas Pangan Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan bakal mendalami kembali proses distribusi beras yang digelontorkan oleh Bulog. Ia juga sudah berkoordinasi dengan satgas pangan di berbagai daerah.

“Kami sudah berikan instruksi ke satgas daerah bersama untuk awasi beras,” ujar Setyo.

Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga