Oknum ASN di Sinjai Cabik-cabik Surat Pemutusan Intalasi dari PDAM

180
  • 1
    Share
Surat pemutusan sambungan intalasi yang dicabik-cabik oknum ASN di Sinjai. (Ist)

SULSELSATU.com, SINJAI – Seorang oknum ASN bernama Andi Abdul Waris, di Kabupaten Sinjai menolak pemutusan air PDAM di rumahnya. Lantaran kesal, ia mencabik-cabik surat penghentian langganan air dari PDAM.

Salah seorang petugas distribusi PDAM Sinjai, Muh Saad menceritakan masalah ini. Dia mengatakan, saat itu ia datang bersama dua rekannya Jabir dan Izhar untuk memberitahukan bahwa instalasi air milik pelanggan atas nama Nursidar akan ditutup dengan memperlihatkan surat perintah penutupannya.

“Saat saya ke sana yang saya temui adalah suaminya dan langsung memperlihatkan surat perintah penutupannya, dia langsung bilang mau ditutup, dan saya pun bilang iya pak. Kemudian dia kembali bertanya siapa yang suruh, saya pun kembali memperlihatkan surat perintah kerja penutupannya dan memperlihatkan bukti persetujuannya untuk ditutup yang dia sudah tanda tangani,” ujar Saad saat menceritakan kronologi kejadiannya, Kamis (8/11/2018).

“Surat perintah penutupannya langsung di robek oleh Andi Abdul Waris dan dilemparkan ke saya. Kemudian mengatakan kalau mau melapor, silahkan lapor saya tidak takut,” terangnya.

Direktur PDAM Sinjai, Suratman mengaku sudah mengetahui adanya insiden ini. Dia menganggap, bahwa sikap seperti itu mesti dilakukan terhadap anggotanya, apalagi dia seorang Pegawai Negeri Sipil (ASN) yang seharusnya memberi contoh yang baik.

“Ini sudah melecehkan, karena surat perintah penutupannya di robek dan dileparkan ke anggota saya,” kata Suratman.

“Sebelumnya kita sudah dua kali layangkan surat peringatan dan saat kejadian itu surat yang ketiga yang kita layangkan yakni penindakan dengan melakukan penutupan, tetapi dia tidak terima dan malah merobek surat perintah penutupannya,” katanya, kesal.

Sekedar diketahui, total tunggakan pelanggan tersebut terhitung mulai Mei 2017 hingga September 2018, ditambah denda sebesar Rp260 ribu, yang totalnya sebesar Rp8,5 juta.

Penulis: Andi Irfan Arjuna
Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga