Ada Temuan BPK, Pengamat Minta OJK Dibenahi

31
  • 2
    Shares
ojk
Ilustrasi. (Int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Pengamat Kebijakan Perasuransian dan Jaminan Sosial, Irvan Rahardjo, mengkritik keras Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kritikan itu dilontarkan pada sebuah diskusi bertajuk ‘Evaluasi Kinerja OJK; Bedah 1001 Masalah OJK’, Kamis (8/11/2018).

Irvan menegaskan, ada sejumlah hal yang perlu dibenahi dari kinerja OJK. Sebab, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) di semester-I 2018, terdapat sejumlah temuan yang perlu ditindaklanjuti oleh salah satu lembaga pengawas industri keuangan negara tersebut.

“Pertama, ada sewa kantor Rp400 miliar yang sia-sia dan nyatanya tidak dipakai. Jadi, dibayar (sewa gedungnya), tetapi dibiarkan kosong,” kata Irvan seperti dilansir Viva.

Laporan hasil pemeriksaan BPK lainnya di periode yang sama juga menyebut, bahwa iuran dari para pelaku industri oleh OJK tidak disetorkan ke kas negara.

“Itu jumlahnya juga sama, sekitar Rp400 miliar,” kata Irvan.

Irvan mengatakan, temuan-temuan BPK itu mengindikasikan bahwa OJK, dalam hal pengelolaan dan kinerjanya sendiri masih sangat buruk.

Irvan juga mempertanyakan, bagaimana OJK bisa dianggap kredibel sebagai sebuah lembaga pengawas industri keuangan negara, kalau dia saja tidak patuh dalam hal menyetorkan iuran kepada negara.

“Bayangkan, kalau OJK dijadikan role model oleh para perusahaan, sehingga mereka juga ikut-ikutan tidak bayar pajak. Karena, OJK sendiri juga enggak menyetorkan iuran kepada negara. Kan, itu bahaya kalau sampai terjadi,” ujarnya.

Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga