Tiga Istri Korban Lion Air Berebut Uang Asuransi

306
  • 44
    Shares
Ilustrasi tiga istri. (Foto/Int, Kolase/Sulselsatu)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Kericuhan terjadi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, yang menjadi lokasi proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air jt-610, Selasa (6/11/2018) kemarin. Penyebabnya, tiga istri dari salah seorang korban jatuhnya pesawat berebut mengambil surat keterangan kematian.

Sejatinya, korban tersebut memiliki 5 istri. Namun, hanya 3 istri di antaranya yang hadir untuk mengambil surat kematian suaminya itu.

Ketiga istri tersebut saling berebut surat keterangan kematian sehingga menyebabkan aksi saling dorong. Kejadian ini mengundang keributan dan menarik perhatian pengunjung rumah sakit.

Surat keterangan kematian ini memang menjadi salah satu syarat pencairan uang asuransi dari Lion Air. Maskapai milik Rusdi Kirana itu berkomitmen memberikan asuransi Rp 1,3 miliar kepada ahli waris korban Lion Air.

Dari jumlah itu, sebesar Rp 1,25 miliar adalah asuransi pokok dan Rp 50 juta asuransi bagasi.

Manajemen Lion Air Group pun menawarkan dua opsi penyelesaian uang asuransi kepada ahli waris korban jatuhnya pesawat JT 610 yang memiliki istri lebih dari satu.

Menurut Humas Lion Group, Ramaditya Handoko, ada dua hal yang akan dilakukan Lion Air Group.

“Pertama, kami akan mengupayakan diselesaikan secara kekeluargaan. Itu hal yang paling utama,” ujar Rama, seperti dikutip dari Tempo, Kamis (8/11/2018).

Rama mengatakan bila penyelesaian dengan jalan kekeluargaan menemui jalan buntu, maka manajemen Lion Group menempuh opsi kedua yaitu diselesaikan secara hukum.

“Kami mempersiapkan tim pendamping secara hukum seperti notaris dan lawyers. Ini jika tidak menemukan titik temu, kami siapkan bantuan hukum,” kata Rama.

Untuk mendapatkan pencairan klaim asuransi, keluarga korban Lion Air harus menyediakan delapan dokumen syarat yaitu: KTP seluruh ahli waris, akta kelahiran seluruh ahli waris, akta kelahiran penumpang, akta perkawinan orang tua penumpang, akta perkawinan penumpang, kartu keluarga penumpang dan ahli waris, akta kematian penumpang dan surat keterangan ahli waris.

Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga