Pemerintah Jual Jagung Impor Rp4.000 ke Peternak

43
  • 4
    Shares
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Pemerintah bakal mengimpor 70 ribu ton jagung dari Argentina dan Brazil dalam waktu dekat. Pemerintah beralasan impor jagung ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan peternak dalam negeri.

Jagung impor ini nantinya akan dijual ke peternak mandiri dengan harga Rp4.000 per kilogram.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan hal tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) pekan lalu yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan turut dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri BUMN Rini Soemarno, serta Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.

“Hasil rapat menugaskan Bulog untuk menyelenggarakan impor, dengan harga jual Rp4 ribu af gudang Bulog kepada peternak mandiri,” kata Enggar di kantornya, seperti dilansir CNNIndonesia, Jumat (9/11/2018).

Enggar melanjutkan total impor jagung pakan disepakati sebanyak 100 ribu ton. Pada tahap awal, perusahaan plat merah itu bakal mengimpor jagung pakan 70 ribu ton. Paling lambat, puluhan ribu ton jagung itu ditargetkan masuk pada 20 Desember 2018.

“Sesuai usulan Kementan bahwa kita impor 100 ribu ton (jagung pakan) dan itu keputusan rakortas atas usulan Mentan,” imbuh Enggar.

Selanjutnya Bulog akan mendatangkan jagung dari Argentina dan Brazil. Informasi itu disebut dalam surat resmi perusahaan yang ditujukan bagi eksportir jagung.

Surat itu ditandatangani oleh Direktur Pengadaan Perum Bulog Bacthiar pada Rabu (7/11/2018) kemarin. Dalam surat itu juga dituliskan proposal atau dokumen partisipasi itu paling lambat dikirimkan besok Jumat (9/11/2018).

Sebelumnya, peternak mengeluhkan harga jagung pakan yang melambung akibat kelangkaan pasokan di pasar. Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) dan Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) mengungkapkan harga jagung di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat sudah mencapai Rp5.000-Rp5.100 per kg. Harga itu jauh dari harga acuan Kementerian Perdagangan Rp4.000 per kg.

Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri mengklaim kelangkaan jagung khususnya di Pulau Jawa disebabkan distribusi tidak merata. Di samping itu, petani jagung juga menghadapi kendala dari beban ongkos angkut dari wilayah panen yang beradai di Sulawesi ke Pulau Jawa.

Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga