Danny Minta Oknum ASN yang Jadi Calo CPNS Dihukum Berat 

54
Ribuan peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menunggu panggilan masuk tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) atau Tes Kompetensi Dasar berbasis sistem komputerisasi (Computer Assissted Test/ CAT) di Gedung RRI, Jalan Ributane, Makassar, Kamis (1/10/2018). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengaku geram atas tindakan oknum pegawai Pemkot Makassar yang menjadi calo pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Danny, sapaan akrab Ramdhan Pomanto meminta kepolisian menghukum berat oknum tersebut.

“Saya suruh kepolisian hukum seberat-beratnya, di juga kasi contoh tidak baik ke masyarakat,” kata Danny, di Kantor DPRD Makassar, Jumat (9/11/2018).

Selain itu, Danny, juga akan mencabut status pegawai oknum tersebut apabila terbukti melakukan tindak pidana. 

Apalagi, saat ini dirinya berencana akan melakukan bersih-bersih pegawai di pemerintahannya. 

“kalau terbukti, kita langsung pecat, saya sudah dengar laporan, dia ini digadang-gadang yang bikin banyak persoalan saat penerimaan pegawai honor dan kontrak di pemerintahan. Kalaupun ditangkap saya kira pas kalau begitu, kita memang mau membersihkan kota dengan hal-hal seperti ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar mengungkap sindikat calo seleksi penerimaan CPNS di Makassar. 

Kabid  Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, satu dari kedua tersangka yang baru ditangkap merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bagian Koperasi Pemkot Makassar.

“Andi Selamet alias Memet seorang PNS Kota Makassar,” ucap Dicky.

Penulis: Mawar A. Pasakai
Penulis: Hendra Wijaya

Rekomendasi Berita

Baca Juga