Banyak Politikus Propaganda dan Menakut-nakuti Masyarakat, Jokowi: Politik Genderuwo

19
Joko Widodo. (Int)

SULSELSATU.com, TEGAL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melontarkan kalimat nyeleneh saat membagikan sertifikat tanah di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018).

Dia mengatakan, saat ini, banyak politikus yang menakut-nakuti masyarakat. Cara-cara seperti itu dia sebut sebagai “genderuwo”.

“Saya ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa bangsa Indonesia ini bangsa yang besar. Penduduk kita sekarang sudah 263 juta. Kita ini dianugerahi oleh Allah SWT perbedaan-perbedaan, warna-warni, beda suku, beda agama, beda adat, beda tradisi, beda bahasa daerah, beda semua,” kata Jokowi seperti dilansir Detik.

“Kita memiliki 714 suku, banyak sekali suku di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Bahasa daerahnya beda-beda, ada 1.100 lebih bahasa daerah kita,” imbuh Jokowi.

Banyak Politikus Propaganda dan Menakut-nakuti Masyarakat, Jokowi: Politik Genderuwo 1

Untuk itu, kata Jokowi, aset bangsa itu harus dijaga. Dia juga mengatakan, persatuan, persaudaraan, kerukunan adalah modal terbesar bangsa Indonesia.

“Oleh sebab itu jangan sampai karena pilihan bupati, gubernur, presiden, ada yang tidak saling sapa dengan tetangga. Ada yang tidak saling sapa antarkampung, antardesa, tidak rukun antarkampung. Jangan sampai terjadi seperti itu di Kabupaten Tegal, di Provinsi Jawa Tengah. Setuju?” katanya.

“Setuju,” jawab warga.

Dia juga mengatakan, dalam Majelis Taklim ada yang berbeda pilihan hingga tak saling ngomong. Hal itu ditegaskan Jokowi tidak boleh terjadi.

“Kita harus menjaga ukhuwah Islamiah, ukhuwah wataniah kita. Kita ini semua adalah saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Jangan sampai tidak rukun, tidak bersatu, menjadi pecah gara-gara pilihan presiden, gubernur, bupati. Jangan sampai rugi besar kita ini. Karena pas setiap 5 tahun itu ada pilihan bupati, gubernur, wali kota ada terus. Jangan sampai seperti itu,” katanya.

Apalagi, lanjut Jokowi, saat ini banyak politikus yang pandai memengaruhi. Banyak yang tidak menggunakan etika dan sopan santun politik yang baik.

“Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat menjadi, memang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga menjadi ragu-ragu masyarakat, benar nggak ya, benar enggak ya?” katanya.

Politikus yang menakut-nakuti itulah yang dia sebut sebagai politikus ‘genderuwo’.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti,” tegasnya.

“Jangan sampai seperti itu. Masyarakat ini senang-senang saja kok ditakut-takuti. Iya tidak? Masyarakat senang-senang kok diberi propaganda ketakutan. Berbahaya sekali. Jangan sampai propaganda ketakutan menciptakan suasana ketidakpastian, menciptakan munculnya keragu-raguan,” ucapnya.

Editor: Hendra Wijaya

 

Banyak Politikus Propaganda dan Menakut-nakuti Masyarakat, Jokowi: Politik Genderuwo 2

Rekomendasi Berita

Baca Juga