Sebut Politik Genderuwo, Jokowi Dinilai Makin Aneh

22
  • 2
    Shares
Presiden Joko Widodo (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo kembali melontarkan istilah kontroversial. Setelah menyebut politikus sontoloyo, kali ini Jokowi mengungkap istilah politikus genderuwo.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Drajad Wibowo mengaku heran bahasa calon presiden Jokowi menjadi aneh. Hal itu dianggap tak produktif.

“Alamak, saya heran kok Pak Jokowi akhir-akhir ini bahasanya menjadi aneh, habis sontoloyo, genderuwo.¬†Habis ini apalagi Pak Jokowi. Saya rasa hal-hal seperti itu ya enggak produktif lah untuk dilakukan,” kata Drajad di Jakarta, seperti dilansir Viva, Jumat (9/11/2018).

Daripada bahas genderuwo, Drajad ingin mengajak Jokowi dan timnya untuk debat secara substantif daripada dengan istilah-istilah yang aneh-aneh. Sebab, tentu tak dipungkiri, kata-kata aneh yang keluar dari mulut Jokowi itu mengarah ke kubu Prabowo-Sandi.

“Dengan pernyataan-pernyataan selama ini, kemandirian ekonomi, kekayaan lari ke luar, dan lainnya ini memang menakut-nakuti rakyat? Ini enggak menakut-nakuti, kita mengangkat fakta kok,” kata Drajad.

Menurutnya, tak mungkin koalisinya mau membohongi rakyat dengan mengatakan hal bagus. 

“Ketika kita mengatakan ini loh remnya rusak, anunya enggak bagus, itu bukan menakut-nakuti. Kami menyampaikan fakta apa adanya dan rakyat berhak tahu untuk itu,” tegasnya

Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga