Komunitas Rumah Aksara, Mengajak Melek Buku di Tengah Gempuran Teknologi

20

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Teknologi smartphone dan berbagai aplikasi canggih yang sematkan makin memanjakan para penggunanya. Dengan gadget genggam itu, informasi begitu mudah diperoleh. Alhasil, prilaku membaca buku perlahan mulai ditinggalkan.

Perpustakaan Nasional mencatat pada 2017, frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata hanya tiga sampai empat kali per Minggu. Sementara jumlah buku yang dibaca rata-rata hanya lima hingga sembilan buku per tahun.

Melihat keresahan tersebut, Andi Batara Indra mencoba merangsang warga kota Makassar untuk kembali ke dunia literasi. Ia membentuk rumah Aksara yang kelak menjadi komunitas dengan ribuan anggota hanya untuk meningkatkan kembali minat baca masyarakat khususnya anak muda Makassar.

Komunitas Rumah Aksara, Mengajak Melek Buku di Tengah Gempuran Teknologi 1
Koleksi buku Rumah Aksara

“Awalnya terbentuk ini komunitas atas inisiatif sendiri, dengan alasan melihat minat baca warga kota Makassar khususnya mahasiswa bisa dikatakan masih rendah sekali,” ungkap pria kelahiran Watampone ini.

Rumah Aksara ini dibentuk di kediaman pribadinya di Perumnas Antang Blok 8 dan telah memiliki 2000 koleksi buku yang didominasi buku sastra dan sejarah.

Meski informasi di era Industri 4.0 ini sangat muda diakses, namun literatur yang bersumber dari buku dianggap lebih lengkap. Menurut dia, membaca buku mampu mengimbangi ketergantungan anak-anak muda terhadap gempuran berbagai teknologi.

Komunitas Rumah Aksara, Mengajak Melek Buku di Tengah Gempuran Teknologi 2

Ditambah lagi, perpustakaan-perpustakaan yang disediakan oleh pemerintah sangat minim. Ruang-ruang kota saat ini telah disulap menjadi gedung-gedung mewah.

Keberadaan komunitas tidak hanya sekadar berkumpul bersama teman yang memiliki minat baca yang sama, Batara membuka rumahnya untuk semua kalangan. Rumah Aksara terssebut dijadikan sebuah komunitas dapat dijadikan wadah untuk menuangkan ide bersama, .

“Anggota tergabung dalam komunitas ini sudah ada 7 orang dan yang ingin bergabung cukup datang dengan niat baik,siapapun yang ingin datang kami terbuka untuk umum,” ujarnya.

Barata membentuk komunitas literasi Rumah Aksara menjadi salah satu bentuk pengabdiannya terhadap negara.

Ia mengatakan, mengabdi kepada negara tidak harus menjadi pegawai negeri. Menyediakan ruang-ruang membaca untuk menambah wawasan masyarakat merupakan salah satu pengabdian.

Komunitas Rumah Aksara, Mengajak Melek Buku di Tengah Gempuran Teknologi 3

“Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengabdi kepada negara, buku adalah bagian yang terpenting dalam membuka wawasan,” kata Batara.

Ia berharap, ke depan laku literasi dengan tidak meninggalkan buku tumbuh subur di kalangan anak muda muda Makassar.

“Meningkatkan minat baca harus dimulai dari diri sendiri. Tanamkan dalam diri kita bahwa dengan membaca pandangan kita menjadi terbuka atas hal-hal yang sebelumnya tak kita ketahui, membaca juga akan menambah perbendaharaan pengetahuan di dalam diri kita sehingga kualitas SDM kita akan meningkat. Hal ini akan memberi dampak positif bagi hidup kita di hari depan,” ucap Batara.

Penulis : Mawar A. Pasakai
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Baca Juga