Husler Harap Kader Jadi Garda Terdepan Turunkan Angka Stunting

21
Bupati Luwu Timur, Thorig Husler

SULSELSATU.com, MALILI – Kader memiliki peran strategis dan penting dalam pelaksanaan program Pemerintah, kegiatannya yang senantiasa bersentuhan langsung dengan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat masyarakat secara umum, baik di sektor kesehatan maupun pada sektor pendidikan, keberadaan kader tersebut sering dikaitkan dengan pelayanan rutin di Posyandu maupun peningkatan pengetahuan pendidikan pada Pendidikan anak usia dini.

Menyadari pentingnya peran para kader tersebut, Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dirjen pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tramsmigrasi RI, mengajak para kader untuk berkomitmen melalui temu Kader Kesehatan (Posyandu) dan Kader Pendidikan (Paud) dalam rangka Konvergensi Pencegahan Stunting, di Hotel I Lagaligo Malili, Jumat (09/11/2018).

“Temu kader dalam upaya penurunan stunting ini diikuti sebanyak 77 kader, baik dari Kader Kesehatan Posyandu ataupun Kader Pendidikan PAUD se-Kabupaten Luwu Timur,” ucap Jauwas Hafid selaku pelaksana kegiatan.

Lanjut Jauwas Hafid, temu kader ini juga digelar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sekaligus mengoptimalkan fungsi dari peran kader.

“Terima kasih atas dukungan bapak Bupati Luwu Timur, semoga dukungan bapak semua menjadi energi bagi teman-teman kader untuk lebih semangat dalam pengabdian dan pelayanan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Luwu Timur, Thorig Husler memberikan apresiasi tinggi kepada para kader, baik kader kesehatan maupun kader pendidikan. Ia menilai, peran para kader sangat berpotensial besar terhadap progress penurunan angka kasus stunting di Indonesia khususnya di Kabupaten Luwu Timur.

“Kinerja para kader begitu luar biasa sehingga melalui temu kader ini diharapkan mampu menyatukan pemahaman dan mensinergikan pikiran tentang upaya penanganan dan menurunkan stunting di Kabupaten Luwu Timur”, ucapnya.

Husler juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk memulai pola dan gaya hidup sehat untuk mengatasi tantangan di bidang kesehatan.

“Saya mengajak kepada seluruh peserta untuk berperan aktif mensosialisasikan gerakan cegah stunting dan bekerjasama dalam mendukung terwujudnya gizi seimbang dan gerakan pola hidup sehat pada masyarakat Luwu Timur. Saya percaya, dengan keikhlasan dan upaya maksimal dari kita semua, stunting bisa kita cegah perkembanganya,” ungkap Husler.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Halsen, Ketua Pokja Masyarakat Sipil Kemendes RI, Idam Arsyad, Pendamping Desa Luwu Timur, Ziadah. (kominfo)

Rekomendasi Berita

Baca Juga