Kata ACC Terkait Kejari-Polda “Berlomba” Garap Kasus Dana Hibah Pilkada Makassar

15
Sosialisasi melalui baliho maupun spanduk dilakukan KPU Makassar untuk mendongkrak partisipasi pemilih di Pilwali Makassar (Sulselsatu/Esa Ramdana)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar juga ternyata turut mendalami dugaan penyelewengan dana hibah Pilkada Makassar 2018 oleh KPU Makassar.

Penyelidikan tersebut ditegaskan melalui pernyataan Kepala Kejari Makassar, Dicky Rahmat Rahardjo yang mengklaim bahwa pihaknya memperpanjang surat perintah penugasan (Sprintug) pengumpulan bukti-bukti terkait dugaan penyalahgunaan ini.

“Kita masih perpanjang surat penugasan. Kita masih mengumpulkan data-data untuk melengkapi,” ujar Dicky saat dikonfirmasi Senin (12/11/2018).

Dalam tekhnis penyelidikan di lapangan, Kejari Makassar cenderung agresif dengan langsung mendatangi kantor KPU guna mengumpulkan sejumlah keterangan. Namun ia enggan memerinci siapa saja yang sudah ia mintai keterangan.

“Kami langsung kesana (KPU Makassar) untuk minta keterangan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun mengkritik sikap Kejari dan Polda Sulsel yang sama-sama menyelidiki kasus ini.

“Kalau memang mau mengusut jangan saling memamerkan kewenangan di depan publik. Jangan sampai nanti ada asumsi kalau ada perebutan lahan padahal bisa dikoordinasikan dengan baik,” ujar Kadir kepada Wartawan, Jumat pekan lalu.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Baca Juga