Qatar Kirim Uang Tunai 15 Juta Dolar AS ke Gaza

9
  • 12
    Shares
Israel
Israel telah memblokir pasokan bahan bakar dan gas ke Jalur Gaza (int)

SULSELSATU.com, GAZA – Qatar akhirnya mengirim uang tunai sebesar 15 juta dolar AS (Rp217,5 miliar) sebagai bantuan pembayaran gaji PNS dan beberapa keperluan di Gaza, Palestina.

Seperti dilansir Detik dari CNN, Senin (12/11/2018), bantuan uang tunai itu dikirimkan dalam tiga koper berukuran besar yang dibawa oleh utusan khusus Qatar untuk Gaza, Mohamed Al Emadi. Uang tunai itu dibawa ke Gaza melalui wilayah Israel pada Kamis (8/11/2018) lalu.

Televisi lokal Israel menunjukkan sebuah gambar koper-koper yang berisi uang tunai tersebut. Gambar-gambar dari Gaza menunjukkan para pegawai sipil Palestina mengantre panjang demi mendapatkan uang tunai tersebut. Beberapa orang tampak mengipas-ngipaskan lembaran US$ 100 di tangan mereka.

Hamas yang menguasai Gaza telah memerintahkan kantor pos setempat untuk tetap buka pada Jumat (9/11) dan Sabtu (10/11) waktu setempat demi penyerahan bantuan uang tunai itu.

“Kebijakan Qatar dalam mendukung isu Palestina dalam beberapa tahun terakhir tidak perlu diragukan atau dijelaskan lagi,” ucap Al-Emadi setibanya di Gaza.

Penyerahan uang tunai ini dilakukan beberapa pekan setelah Qatar mulai mengirimkan bantuan bahan bakar untuk Gaza, demi membantu operasional pembangkit listrik di wilayah tersebut. Bantuan bahan bakar bisa meningkatkan akses listrik untuk warga Gaza dari yang tadinya hanya 4 jam setiap hari menjadi 6 jam setiap harinya.

“Upaya-upaya dari Qatar yang dimulai beberapa bulan lalu ini berakhir sukses dalam 48 jam terakhir,” ucap juru bicara Hamas, Abdel Latif al-Qanua, kepada CNN.

Disebutkan Al-Qanua bahwa bantuan uang tunai ini akan digunakan untuk membayar gaji para pegawai negeri dan untuk layanan medis bagi korban luka dalam bentrokan di sepanjang perbatasan Gaza.

Perundingan untuk bantuan uang tunai ini dibahas beberapa bulan terakhir, terutama setelah tahun lalu Otoritas Palestina memutuskan memotong gaji para pegawai negeri di Gaza. Hal itu dilakukan sebagai upaya menekan perekonomian Hamas yang menguasai Gaza. Penyerahan bantuan ini dilaksanakan setelah pada Juni lalu, Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman al-Thani bertemu di Siprus untuk finalisasi pengaturan bantuan keuangan ini.

Otoritas Palestina, yang menguasai Tepi Barat, mengecam penyerahan bantuan uang tunai ini. Mereka menyampaikan protes kepada pemerintah Qatar dan menyebut bantuan semacam ini malah makin memecah belah Palestina.

“Bantuan keuangan Qatar untuk Hamas adalah metode penyelundup dan mafia. Sejak kapal Israel peduli soal Hamas,” sebut anggota Komisi Eksekutif PLO, Ahmad Majdalani.

Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga