Mantan Dirut PDAM Jeneponto Belum Ditahan, Sikap Kejari Dipertanyakan

83
  • 49
    Shares
PDAM Jeneponto

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Sudah hampir dua bulan mantan Direktur Utama PDAM Jeneponto, Amri Mahadi Kulle ditetapkan tersangka atas kasus dugaan korupsi dana Kas PDAM Tahun 2017 oleh Kejaksaan Negeri Jeneponto.

Hanya saja, pihak Kejaksaan Negeri Jeneponto belum melakukan penahanan terhadap Amri sejak ditetapkan jadi tersangka bulan lalu.

Salah satu aktivis anti korupsi di Jeneponto, Alim Bahri pun mempertanyakan sikap Kejari Jeneponto yang tak kunjung mengeksekusi Amri.

“Berarti status penatapan tersangka atas dugaan korupsi PDAM Jeneponto patut dipertanyakan kebenarannya. Harusnya, pihak kejaksaan tsudah mengeksekusi dalam bentuk hukuman badan pada tersangka,”kata Alim, Senin malam (12/11/2018).

Jika Kejari Jeneponto tidak segera melakukan dieksekusi, kata dia,. maka Kejari Jeneponto akan dianggap lemah dalam memberantas korupsi ditanah berjuluk Butta Turatea itu.

“Ini akan menimbulkan adanya ketidakpercayaan publik terhadap komitmen Kejaksaan Negeri Jeneponto terhadap pemberantasan korupsi yang notebene extra ordinary crime,”jelas Alim.

Eks Direktur Utama PDAM Jeneponto, Amri Mahadi Kulle, resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi Kas PDAM tahun 2017.

Berdasarkan audit BPKP kurugian nergara yang ditimbulkan dalam kasus ini mencapai Rp900 juta.

“Kalau untuk PDAM sudah ada penetapan tersangka, inisial A (Amri Mahadi Kulle) dan ditetapkan tersangka sejak 3 Minggu lalu dan belum dilakukan penahanan,” kata Kajari Jeneponto Ramadiyagus kepada Sulselsatu.com, Senin (24/9/2018).

Penulis: Dedi
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Baca Juga