Perjalanan Haji Picu Peningkatan Defisit Transaksi Berjalan

9

SULSELSATU.com, JAKARTA – Defisit neraca transaksi berjalan triwulan III 2018 meningkat sebesar Rp 8,8 miliar dolar AS atau 3,37 persen PDB. Salah satu pemicunya adalah meningkatnya defisit necara jasa, karena peningkatan perjalanan ibadah haji.

Angka ini meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan defisit triwulan sebelumnya yang hanya sebesar Rp 8,0 miliar dolar AS atau setara 3,02 persen PDB.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman mengatakan defisit neraca jasa meningkat karena ada beberapa faktor pendorongnya, selain dari perjalanan haji. Sumber peningkatan lain necara jasa ini adalah jasa transportasi yang sejalan dengan peningkatan impor barang.

“Meski demikian, defisit neraca transaksi berjalan yang lebih besar tertahan oleh meningkatnya pertumbuhan ekspor produk manufaktur,” jelasnya, Selasa, (13/11/2018).

Dia juga menjelaskan defisit necara transaksi juga ditopang dengan terjadinya kenaikan surplus jasa perjalanan. Hal ini seiring naiknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

“Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diperkirakan membaik. Koordinasi yang kuat dan langkah-langkah konkret yang telah ditempuh Pemerintah bersama dengan Bank Indonesia untuk mendorong ekspor dan menurunkan impor diyakini akan berdampak positif dalam mengendalikan defisit transaksi berjalan tetap berada di bawah 3 persen,” jelasnya.

Penulis: Sri Wahyudi Astuti
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga